Deputi Bidang Klimatologi BMKG: Meningkatkan Pemahaman Petani Terhadap Informasi Serta Iklim Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

suaracianjur.com
Juli 14, 2023 | 15:35 WIB Last Updated 2023-07-14T08:36:57Z
Suaracianjur.com | Cianjur - Pacet, Kepala BMKG Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc. Ph.D. Melalui Kedeputian Bidang Klimatologi melaksanakan kegiatan Literasi Iklim yang mana dapat menjadi wadah penyampaian informasi iklim serta dapat menunjang aktivitas pertanian.

Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan muncul gerakan aksi iklim dan peduli lingkungan di kalangan masyarakat tani yang berlokasi di Kampung Cihiyeum Desa Sukanagalih Kecamatan Pacet. Jum'at, (14/7/2023)

Kegiatan ini mengangkat tema " Meningkatkan Pemahaman Petani Terhadap Informasi dan Iklim Untuk Mendukung  Ketahanan Pangan " membangun kesadaran dan menggerakkan masyarakat untuk semakin peduli dengan iklim dan kelestarian lingkungan.

Prof.Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc. Ph.D. menyampaikan; " Kegiatan ini disponsori oleh Kementerian Sekretaris Negara, menyelenggarakan suatu program yang melibatkan tidak hanya Indonesia.Tetapi juga negara-negara anggota kelompok clin," ujarnya.

" Terdiri dari penyuluh petani, ada yang petani, namun ada juga yang mengelola sektor pertanian, tujuanya adalah menyiapkan program, bagaimana kita bisa melatih petani untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim, karena perubahan iklim ini berdampak pada tidak menentunya cuaca, dan iklim sulit untuk di prediksi," tambahnya

Lanjut Dwikorita; " Terkait perubahan iklim para petani itu paling terdampak, juga dapat berdampak pada kelangkaan air (Krisis air) sehingga program pertanian ini akan terganggu. Selain itu akhirnya kalau dibiarkan saja, petani tidak dapat beradaptasi akhirnya berdampak pada kelangkaan pangan karena gagal panen dengan perubahan cuaca dan iklim yang tidak menentu," bebernya

Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc. Ph.D. Kembali melanjutkan penuturannya:

" Jadi program ini adalah, bagaimana BMKG membumikan, memberikan pemahaman kepada para petani dan para penyuluh petani tentang cuaca iklim dan bagaimana mitigasinya. Cianjur ini tadi sudah di sampaikan oleh kepala bagian organisasi dari kabupaten cianjur. Wilayah ini merupakan salah satu kontribusi untuk produk pangan, ini kan salah satu lumbung pangan yang ada indonesia di wilayah Jawa Barat produktivitas padinya sangat tinggi dibandikan dengan wilayah lain di Indonesia," urainya
" Dan cianjur ini adalah wilayah yang terdampak perubahan iklim apa lagi baru saja mengalami gempa bumi, jadi bagaimana kondisi para petani itu bangkit, dari bencana yang sekaligus juga dari kondisi iklim yang semakin ekstrim," tambahnya lagi 

" Tahun ini adalah tahun kering meskipun tiba tiba terjadi cuaca ekstrim, hujan ekstrim itu sebetulnya bukan tiba tiba itu bisa di prediksi, dan sudah di prediksi sesuai hasil prediksi yang di sampaikan tgl 4 beberapa hari kemudian terjadi cuaca ekstrim, jadi cianjur ini suatu lokasi yang sangat ideal yang juga ekstrim untuk tempat pembelajaran," paparnya

" Kalau di Indonesia sangat luas, sangat banyak lokasinya, satu tahun sudah 76 lokasi sudah di mulai dari tahun 2011 melibatkan ribuan petani di Indonesia 18000, jadi ini bukan program dadakan, karena ada kulumbuk clin ini sudah berlangsung puluhan tahun dan justru kita tularkan untuk ke negara negara yang ada kulumbuk clin," tegasnya 

Salah satu anggota clin dari Filipina Mister Mikle  menyampaikan; " Bahwa penting menyampaikan dari badan meteorologi kepada petani untuk meningkatkan hasil panennya, dan Filipina juga akan memverifikasi program ini di negaranya, untuk meningkatkan ketahanan untuk meningkatkan iklim, tidak ada suatu negara pun yang mampu menghadapi perubahan iklim secara sendirian dan kerja sama ini sangat penting khususnya antar negara," tandasnya 

(Restu)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Deputi Bidang Klimatologi BMKG: Meningkatkan Pemahaman Petani Terhadap Informasi Serta Iklim Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Trending Now

Iklan