Camat Sukaresmi himbau Kades alokasikan DD/ADD untuk Pengelolaan Sampah

suaracianjur.com
Mei 15, 2024 | 18:11 WIB Last Updated 2024-05-15T11:16:45Z
Foto: Dok. Suara Cianjur Camat Sukaresmi Latif Ridwan 

SUARA CIANJUR | SUKARESMI - Penumpukan sampah di (TPS) Tempat Pembuangan Sampah Sementara di setiap pelosok wilayah Kabupaten Cianjur menjadi permasalahan serius terkait pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir.

Hasil pantauan awak media nampak penumpukan sampah dijalan-jalan Nasional, Kabupaten sampai jalan Desa bahkan di sungai-sungai pun tak luput dari permasalahan penumpukan sampah.

Pemerintah pusat menggelontorkan dana ratusan juta melalui program TPS3R Tempat Pengelolaan Sampah Reuseu Reduce Recycle ke Kab/Kota dengan penerima manfa'at kelompok Masyarakat yang mengelola sampah melalui Desa. Sayangnya program tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan, terkesan hanya menyerap anggaran saja. Rabu, (15/5/2024).

Ditengah kebuntuan tersebut, Camat Sukaresmi Latif Ridwan menghimbau kepada para Kepala Desa untuk mengalokasikan sebagian Dana Desa ataupun Anggaran Dana Desa untuk penanganan penanggulangan sampah.

Melalui Program pengelolaan sampah dengan tema "Inovasi Edukasi pengelolaan sampah menjadi Bio Gas" Camat Sukaresmi mengajak semua komponen untuk menanggulangi permasalahan sampah.

"Kami sudah mengintruksikan kepada 11 Desa yang ada di Kecamatan Sukaresmi untuk fokus menghadapi, menyelesaikan permasalahan sampah dengan mengedukasi masyarakat agar muncul kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai dan selokan," ujar Camat.

Sambung Camat Sukaresmi, ditahun pertama menjabat Camat, sudah memberikan instruksi ke para Kades untuk membuat inovasi dalam pengelolaan sampah menjadi barang yang berguna bagi masyarakat.
Foto: Dok. SC. Bantaran sungai yang dipenuhi sampah 

"Seperti yang yang sudah dilakukan Desa Pakuwon mengelola sampah menjadi bio gas, hal itu agar menjadi percontohan desa lain nya," jelasnya.

Ia juga mengatakan, kami sudah melakukan kerjasama dengan alumni stekmal dengan membuat alat pembakaran sampah yang tidak bisa didaur ulang.

"Kemudian mengelola sampah organik yang mudah terurai menjadi pupuk/kompos, sedangkan sampah non organik yang tak mudah terurai kami sosialisasikan untuk didaur ulang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis," ungkapnya.

Lanjut Camat Sukaresmi, kami himbau kepada kepala desa tolong anggarkan untuk pengelolaan sampah, untuk anggaran nya bisa dari DD maupun ADD, memang harus ada tahapan dulu karena pencairan DD itu secara bertahap, itupun aturan nya harus ditempuh melalui musdes.

"Secara teknis sudah kami siapkan dengan merangkul para profesional di bidang pengelolaan sampah, tinggal kembali lagi kepada Kepala Desa, dan hal ini sudah kami sampaikan dalam forum diskusi Forkopimcam, semoga dengan program seperti ini muncul kesadaran dari semua komponen dalam menjaga lingkungan terutama dalam penanggulangan dan pengelolaan sampah," harapnya.

(Indrayama)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Camat Sukaresmi himbau Kades alokasikan DD/ADD untuk Pengelolaan Sampah

Trending Now

Iklan