Penerima Manfaat BLT Kesra di Desa Kubang Kena Potong, Ketua RT: Iya Betul Dipotong Seratus Ribu

suaracianjur.com
November 28, 2025 | 23:09 WIB Last Updated 2025-11-28T16:12:29Z
Foto: Dok. (Gambar istimewa) Penerima Manfaat BLT Kesra di Desa Kubang Kena Potong, Ketua RT: Iya Betul Dipotong Seratus Ribu.

SUARA CIANJUR | SUKARESMI - Para penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) di wilayah Desa Kubang Kecamatan Sukaresmi mengaku kena potong Rp. 100.000,- per- keluarga penerima manfaat (KPM). Potongan tersebut terungkap setelah beberapa penerima manfaat buka suara.

BE (Inisial -red) penerima manfaat BLT Kesra di wilayah Desa Kubang kepada awak media di kediamannya menjelaskan:

" Setelah mencairkan dana bantuan BLT Kesra sebesar Rp. 900.000,- di Kantor Pos, dihari yang sama pada sore harinya seseorang datang ke rumah meminta sebagian dana bantuan sebesar Rp. 100.000,-" katanya, Jumat (28/11/2025)

" Duh teungteuingeun nyaeta pak make jeung kudu aya pemotongan sagala bantuan BLT teh Rp.100.000,- harita salasa sore ge basa tos pencairan di kantor Pos Hanjawar aya nu dongkap nyandak Rp.100.000,- da sadayana ge kitu didieu mah bapak," jelasnya menggunakan bahasa daerah.

Terpisah, hal yang sama dialami keluarga penerima manfaat lainnya, RH (Inisial -red), ia membenarkan bahwa dirinya sudah menjadi korban pemotongan.

" Betul pak duit BLT Kesra saya dipotong Rp. 100.000,- padahal di surat pencairan tertera tulisan 'Tidak ada potongan' tapi kenapa disusul ke rumah, dipotong Rp. 100.000,- /kpm, di kampung inimah semuanya kena potong ku pak erte," ungkapnya.

Masih di wilayah Desa Kubang- Sukaresmi, tepatnya di Kampung Tegallega ke- erwean 03, UC (Inisial -red) penerima manfaat BLT Kesra, membenarkan telah terjadi pemotongan dana bantuan. 

" Muhun memang leres aya potongan pak Rp.100.000,- duka kanggo naon naona mah da diserahkeun ka Pak RT," akunya.

Menindaklanjuti isu pemotongan BLT Kesra oleh oknum erte di wilayah Desa Kubang Kecamatan Sukaresmi, awak media mendatangi kediaman Saeful selaku Ketua RT. 07 untuk meminta konfirmasi terkait isu yang beredar di tengah masyarakat.

" Muhun leres Rp. 100.000,- dialanterkeun kadieu ka warung dikumpulkeun, teras langsung dipasihkeun weh ka Pak RW Adi Ketua RW. 03 tapi da tidak tahu buat apa-apanya mah," katanya.

Masih di wilayah desa kubang, tepatnya di Kampung Legok Jambu, ED (Inisial -red) penerima manfaat BLT Kesra memberikan kesaksian serupa.

" Muhun leres bapak hampir sadayana sanes didieu wungkul di kampung nu sanes ge sami kitu, malih aya nu dipungutna langkung ti Rp.100.000,- aduh jaman ayeuna masih aya kikieuan tos teu usum ayeuna mah jaman transparansi," bebernya.

Selanjutnya awak media mendatangi balai desa kubang untuk melakukan sesi wawancara dengan Kepala Desa Kubang terkait isu pemotongan BLT Kesra. Namun sayang yang bersangkutan sedang tidak ada ditempat.

Awak media mencoba mengkonfirmasi Linda selaku Kaur Pemerintahan Desa Kubang, karena menurut keterangan warga dilapangan bahwa yang mengurus bansos BLT Kesra di Desa Kubang adalah Linda.

" Ih abdi mah teu wantun, abdi tidak pernah merupiahkan bansos apapun dari dulu, abdi kerja sejak tahun 2017 hingga kini abdi teu pernah, malahan mah aya nu teu damang ka rumah sakit ge abdi kadang-kadang ngabiayaan, heg mangga taroskeun, abdi teu waktun komo ngintruksikeun mah," terangnya.

Masih lanjut Linda: " Mungkin itumah potongan dikumpulkan dilapangan teh kadang-kadang kanggo dipasihkeun kanu teu kabagian, ya urang baik sangka we lah," pintanya.

Jumlah total keseluruhan penerima manfaat BLT Kesra di Desa Kubang ada berapa KPM? tanya awak media.

" Sadayana mah aya 406 orang tapi da eta ge teu sadayana cair kang karena terkendala ada ketidaksesuaian NIK," tutupnya.

(Goesta)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Penerima Manfaat BLT Kesra di Desa Kubang Kena Potong, Ketua RT: Iya Betul Dipotong Seratus Ribu

Trending Now

Iklan