Pelaksanaan Eksekusi Kawasan Bojongmeron City Walk Diwarnai Gesekan, Pedagang Alami Luka Dipelipis

suaracianjur.com
November 12, 2025 | 01:27 WIB Last Updated 2025-11-11T18:31:28Z
Foto: Dok. (Joy/Agus Prabu) Pelaksanaan Eksekusi Kawasan Bojongmeron City Walk Diwarnai Gesekan, Pedagang Alami Luka Dipelipis.

SUARA CIANJUR | CIANJUR - Suasana tegang menyelimuti proses pelaksanaan eksekusi kawasan Bojongmeron City Walk, tensi semakin meningkat ketika para pedagang menolak direlokasi ke pasar induk cianjur (Jebrod), pelaksanaan eksekusi tersebut dimulai dari pukul 08.28 WIB, dan sekitar pukul 09.30 WIB tensi semakin memanas karena pedagang melakukan perlawanan, sehingga terjadi kericuhan yang mengakibatkan pelipis salah satu pedagang mengalami luka.

Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur Djoko Purnomo yang memimpin pelaksanaan eksekusi kawasan Bojongmeron City Walk mengatakan. Bahwa tindakannya sudah sesuai dengan ketentuan, karena telah melalui berbagai tahapan sosialisasi dan peringatan sebelumnya.

" Kami hanya menertibkan sesuai dengan program yang sudah berjalan, dan hari ini merupakan puncaknya, kami membereskan sisa pedagang yang belum tertib," jelas Djoko, Selasa (11/11/2025). 

Ia juga mengakui adanya gesekan yang sempat terjadi antara Petugas dan Pedagang. 

" Iya tadi ada gesekan sedikit, mungkin sebagian rekan pedagang punya aspirasi dan menyelundupkan dagangan yang seharusnya berada di pasar induk," bebernya.

Kawasan bojongmeron, lanjut Djoko kedepannya akan di fungsikan sebagai etalase publik yang dapat di gunakan untuk kegiatan budaya, musik, hingga ruang interaksi warga.

" Yang tidak boleh di kawasan ini adalah pedagang dengan dagangan konvensional, seperti jengkol, sayuran, ikan, dan lainnya, itu seharusnya di pasar induk," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang dagangan dan perlengkapan milik pedagang.

" Semua barang yang di sita ada di markas Satpol-PP dan terdokumentasi secara lengkap oleh tim IT kami," katanya.
Foto: Dok. (Joy/Agus Prabu) Pelaksanaan Eksekusi Kawasan Bojongmeron City Walk Diwarnai Gesekan, Pedagang Alami Luka Dipelipis.

Zaki Muhaymin, koodinator lapangan sekaligus pengurus Bomero, menilai pemerintah daerah seharusnya mengkaji ulang perbub nomor 30 tahun 2016 yang menjadi dasar eksekusi.

" Dalam Perbub itu, jalan H.agus saleh tidak termasuk area eksekusi, kami dari YLBHC dan para pedagang bersama aliansi mahasiswa hanya ingin membuka ruang dialog, tapi pemerintah seakan tidak mau mendengarkan," ujarnya.

Masih di lokasi yang sama Holik, salah satu pedagang yang mengalami luka di bagian pelipis mengaku kecewa atas tindakan aparat saat eksekusi berlangsung.

" Saya berharap Bupati cianjur turun tangan memberikan keadilan bagi para pedagang kecil," lirihnya.

" Kami hanya minta keadilan dan pengobatan yang layak, saya berharap ini di proses secara hukum," tutupnya.

Joy/Agus Prabu
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pelaksanaan Eksekusi Kawasan Bojongmeron City Walk Diwarnai Gesekan, Pedagang Alami Luka Dipelipis

Trending Now

Iklan