| Foto: Dok. (Ark/SC) Kepala Dinas (Kadis) Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Perkebunan dan Ketahan Pangan (DTPHPKP) Cianjur Drs. Ahmad Danial, M. Si., saat memberikan sambutan pada kegiatan Sekolah Tani Parsial yang diinisiasi DPC PTI Kabupaten Cianjur, Minggu (30/11/2025). |
SUARA CIANJUR | CIANJUR - Kepala Dinas (Kadis) Dinas Tanaman Pangan Holtikultura, Perkebunan dan Ketahan Pangan (DTPHPKP) Cianjur menilai positif keberadaan DPC PTI Cianjur, menurut dia pembeda antara Petani tradisional dengan Pemuda Tani Indonesia dilihat dari cara kerjanya, Pemuda Tani menurut dia lebih fleksibel terhadap perubahan zaman, mengedepankan manfaat digitalisasi untuk kemajuan pertanian.
" Kami berharap DPC PTI Cianjur bisa menampung aspirasi pemuda untuk membangun Kabupaten Cianjur, khususnya di bidang pertanian," ujar Drs. Ahmad Danial, M. Si., Kadis DTPHPKP saat menghadiri kegiatan sekolah tani yang diinisiasi DPC PTI Cianjur di Wisma Kemensos Ciloto, pada Minggu (30/11/2025).
Menurutnya, Pemuda Tani Indonesia dituntut untuk turut serta membangun pertanian di Kabupaten Cianjur
" Kami melihat ada pembeda antara petani tradisional dengan pemuda tani, pemuda tani memanfaatkan digitalisasi untuk mekanisme pertanian," ujarnya.
" Dengan memanfaatkan digitalisasi bisa menyiapkan segala sesuatunya dalam menyiapkan pasca panen, meningkatkan produksi, mata rantai jalur pasok, pasar dan lain- lain, itu yang membedakan antara pemuda tani Indonesia dengan petani tradisional," urainya kepada awak media.
Danial menambahkan, selain itu pemuda tani juga memanfaatkan peluang-peluang yang ada, dengan meningkatkan inovasi- inovasi.
" Salah satunya dengan menggali potensi yang ada di Kabupaten Cianjur, contohnya: memanfaatkan alang- alang bisa menghasilkan uang, dan untuk yang lainnya bisa seperti itu, bukan hanya dibidang pertanian, peternakan, perkebunan dan perhutanan juga bisa di kembangkan oleh pemuda tani Indonesia yang ada di Kabupaten Cianjur," bebernya.
Terakhir Danial berpesan agar roda organisasi berjalan harus terjalin koordinasi dengan pemerintah kabupaten cianjur.
" Koordinasi harus tetap dilaksanakan agar kita bersinergi, ditiap kecamatan pemuda tani ada, begitupun kami di setiap kecamatan ada petugas lapangan, terutama koordinasi dalam hal peningkatan kapasitas, jadikan para petani yang sudah sukses menjadi tempat magang, contohnya seperti Pak Suhendar di Campaka," tutupnya.
(Ark)