SUARA CIANJUR | CAMPAKAMULYA - Para orang tua penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) di satuan pendidikan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Aklam mengeluhkan praktik pemotongan dana bantuan PIP untuk pengadaan Sarana Prasarana (Sarpras).
Praktik dugaan pemotongan serta modus penggelapan dana bantuan pendidikan bagi siswa tidak mampu tersebut marak dilakukan para oknum, baik di satuan pendidikan tingkat sekolah dasar hingga tingkat menengah atas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari sumber orang tua penerima manfaat PIP di MAS Nurul Aklam, per- siswa yang mendapat bantuan PIP dipotong sebesar Rp. 300.000,- dengan alasan untuk membeli meja dan kursi murid.
Dikonfirmasi awak media suara cianjur terkait keluhan orang tua penerima manfaat, H. Suherlan selaku Kepala sekolah MAS Nurul Aklam, menjelaskan:
" Jadi mohon maaf pak, sebelumnya hal itu memang benar, cuman itu bukan pemotongan melainkan hasil musyawarah, dan di sepakati oleh wali murid bersama komite juga," jelas Suherlan, Kamis (15/1/2026).
" Hal itu disebakan sekolah kami kekurangan fasilitas belajar, hinga munculah inisiatif dari wali murid untuk menyumbangkan sebagian dari dana PIP," kelitnya.
Dalam sesi wawancara dengan Kepala Sekolah MAS Nurul Aklam- Campakamulya, diluar dugaan tanpa ditanya terlebih dahulu, salah satu tenaga pendidik di sekolah swasta tersebut, yang tidak diketahui namanya turut menimpali.
" Jadi gini ya pak, saya ikut menambahkan atas statment pak KS tadi, karena saya juga ikut rapat waktu itu, dan memang itu benar inisiatif para orang tua murid, karena melihat di sekolah kami kekurangan fasilitas belajar, seperti; meja dan kursi termasuk juga meja dan kursi guru," beber tenaga pendidik.
" Dan juga tidak semua yang mendapat PIP itu memberikan, hanya 23 murid, dari 35 murid yang mendapat PIP, kalau di jumlah total hanya Rp. 8800.000,-" katanya.
Lanjut tenaga Pendidik di MAS Nurul Aklam: " Kemudian uang segitu kami belikan untuk 20 set meja dan kursi murid, serta meja dan kursi guru," terangnya meyakinkan awak media.
Disinggung awak media, kenapa pengadaan Sarana Prasarana di MAS Nurul Aklam tidak menggunakan dana BOS? H. Suherlan Kepala Sekolah MAS Nurul Aklam dengan singkat menjawab:
" Dikarenakan anggaran BOS sekolah kami kecil, jadi tidak mampu untuk menutupi kebutuhan sarpras tersebut, bahkan untuk gajih honorer aja hampir habis," akunya menjawab pertanyaan awak media suara cianjur.
(Hikman)