| Foto: Dok. (Hikman/SC) Nampak dalam gambar Kapolsek Kadupandak sedang membantu korban gangguan kesehatan |
SUARA CIANJUR | KADUPANDAK - Puluhan anak yang diketahui merupakan peserta didik di satuan pendidikan SDN Wargasari Kecamatan Kadupandak tiba-tiba mengalami gejala gangguan kesehatan yang serupa, pusing mual, diare, dan kejang- kejang, khawatir dengan kondisi kesehatan anaknya, para orang tua membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Bahkan sebagian di rujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih intensif.
" Ba' da maghrib, anak saya merasakan gejala mual, pusing, kemudian muntah- muntah, disertai diare juga, setelah itu badannya menjadi panas, sekeluarga jadi panik," jelas Nurjaman salah satu orang tua, Selasa (27/1/2026).
" Kemudian saya bawa ke bidan, dan ternyata anak tetangga pun mengalami hal yang sama," Imbuhnya.
Kapan gejala gangguan kesehatan tersebut terjadi? Tanya awak media.
" Kalau anak saya merasakan gejala tersebut kemarin sore, senin magriban," jawabnya.
Terpisah, Sutisna selaku Kepala SDN Wargasari terkait peristiwa gangguan kesehatan serentak yang dialami anak didiknya angkat suara.
" Setelah terjadi peristiwa serentak ini, kami terjun kelapangan, memantau langsung perkembangan kondisi anak didik kami," katanya.
" Bahkan kami dari pihak sekolah mendampingi langsung ke fasiltas kesehatan, dan mencatat berapa jumlah murid yang mengalami gangguan kesehatan," tuturnya.
Lanjut Sutisna: " Berdasarkan pendataan yang kami lakukan, hari ini tercatat ada 33 siswa kami yang mengalami kejadian serupa, 12 siswa dibawa ke puskesmas, bahkan diantaranya ada yang di rujuk ke RSUD Pagelaran," ungkapnya.
Namun, Sutisna menambahkan, pihak sekolah belum bisa memastikan penyebab pastinya karena apa.
" Biar itu ditangani oleh pihak yang berwenang, dan menunggu hasil lab dari rumah sakit," jelasnya.
" Saat ini kami fokus pada penanganan kesehatannya saja. Soal penyebabnya apa biar pihak yang berwenang yang menentukan dan hasil laboratorium dari rumah sakit," tandasnya.
Sementara itu Kapolsek Kadupandak AKP. Deden Hermansyah, S.H.,M.H., diruang kerjanya mengenai insiden tersebut menjelaskan.
" Jadi gini, untuk menentukan anak-anak itu keracunan penyebabnya apa kami belum bisa, karena harus nunggu hasil lab," jelasnya.
" Cuman kalo terkait jumlah anak yang mengalami gangguan kesehatan, sampai saat ini ada 33 anak, 12 diantaranya di rujuk ke RSUD pagelaran, 17 di rawat di puskemas, dan 4 sudah di bolehkan pulang," bebernya.
Hikman