| Foto: Dok. (Agus Prabu/Goesta) Pemuda Muslim Cianjur Soroti Robohnya Tower Infokom di Cipicung Pasir Kuda |
SUARA CIANJUR | PASIR KUDA - Peristiwa robohnya tower Infokom di Desa Girimukti Kecamatan Pasir Kuda Kabupaten Cianjur mendapat sorotan serius dari Pemuda Muslim Cianjur. Organisasi kepemudaan tersebut mempertanyakan standar struktur pembangunan serta jarak aman tower dari permukiman warga.
Tower tersebut roboh, diduga akibat terjangan angin kencang yang melanda Kp. Cipicung Desa Girimukti Kecamatan Pasir Kuda pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Ari Kurniawan, selaku Biro Hukum Pemuda Muslim Cianjur, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menilai peristiwa ini tidak bisa semata-mata dianggap sebagai musibah alam, melainkan harus diusut secara menyeluruh dari sisi teknis dan administratif.
“ Perlu dipertanyakan bagaimana struktur pembangunan tower tersebut, apakah sudah sesuai dengan standar keselamatan dan ketentuan teknis yang berlaku. Selain itu, jarak aman tower dengan rumah warga juga harus menjadi perhatian serius,” ujar Ari.
Menurutnya, keberadaan tower di dekat permukiman warga, terlebih di area yang rawan aktivitas masyarakat dan anak-anak, berpotensi menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak diawasi dan dirawat dengan baik.
Pemuda Muslim Cianjur mendesak pihak terkait, termasuk Kominfo dan instansi teknis lainnya, untuk melakukan audit menyeluruh terhadap pembangunan dan perizinan tower tersebut. Mereka juga meminta agar hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab.
“Jangan sampai ada kelalaian yang berulang. Ketika sudah ada korban jiwa, maka ini harus menjadi evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Selain itu, Ari menekankan pentingnya penegakan aturan dan pengawasan berkala terhadap seluruh tower telekomunikasi yang berada di wilayah Cianjur. Ia juga mendorong pemerintah daerah agar lebih selektif dalam memberikan izin pembangunan tower, khususnya yang berada di dekat kawasan pemukiman padat.
Pemuda Muslim Cianjur berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas apabila ditemukan adanya kelalaian dan pelanggaran, demi menjamin keselamatan masyarakat ke depan.
Terpisah, AKP Dedi Suryaman Kapolsek Tanggeung, menjelaskan bahwa korban meninggal berinisial MRP (10) tengah bermain di depan rumahnya sebelum tertimpa tiang tower yang roboh.
" MRP mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala, kaki dan lengan, yang mengakibatkan meninggal dunia di tempat kejadian perkara,” jelasnya.
Sementara itu Dinas Kominfo Kabupaten Cianjur melalui Benny selaku Kabid Aptika menjelaskan bahwa robohnya tower di Kampung Cipicung Desa Girimukti di akibatkan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
" Memang kalau untuk pembangunan itu dari APBD dari yang kita bangun tapi mulai dari tahun kemarin sudah dihibahkan ke Desa, peristiwa itu terjadi pada pukul sembilan, jadi memang disitu ada angin kencang, saya pada hari kejadian langsung ke tkp sama pak Kadis, sama Pak Bupati juga, jadi memang pas diperjalanan juga banyak pohon tumbang ya sampai kubah masjid juga aya nu ngapung kitu," bebernya, Selasa (27/1/2026).
" Karena dia tinggi goyang gitu, 5 staich karena goyang kan dia pake seling, karena terus-terusan gitu kendor jadi coplok copot gitu, jadi intinya itu disebabkan oleh fenomena alam," terang Benny.
Kapan tower tersebut didirikan? tanya awak media: " Tahun 2024, ya anggaran dari APBD," jawabnya.
Apakah selama ini ada kegiatan perawatan terhadap bangunan tower tersebut? Kejar awak media kembali bertanya.
" Kan sudah dihibahkan ke pihak Desa Girimukti pada tahun 2025," jawabnya singkat.
Disinggung awak media mengenai jarak lokasi tower yang sangat dekat dengan pemukiman warga, Beni mengatakan:
" Itukan lahan yang sediakan pihak desa, ya jadi disitu," jawabnya.
Terakhir awak media bertanya terkait adanya korban jiwa akibat dari robohnya tower tersebut.
" Kami sudah mendatangi pihak keluarga korban, dan memberikan bantuan santunan. Alhamdulillah pihak keluarga sudah menerima," tutupnya.
Agus Prabu/Goesta/Joy