| Foto: Dok. (Dri) Bupati Cianjur dr Muhammad Wahyu Ferdian saat di wawancarai awak media suara cianjur. |
SUARA CIANJUR | CIKALONGKULON - Ratusan warga Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur mengalami keracunan makanan, sehingga harus mendapatkan penanganan medis, ratusan warga yang terdiri dari balita hingga lansia itu kini tengah menjalani penanganan di Puskesmas Cijagang dan Puskesmas Cikalongkulon. Bahkan 4 orang diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit.
Menanggapi insiden tersebut. Camat Cikalongkulon Iyus Yusup buka suara, ia menjelaskan pada pukul 19.00 WIB terdata ada 176 orang yang mengalami dugaan keracunan usai menyantap hidangan MBG.
" Berdasarkan dari MBG yang dimaksud, ada 36 sekolah. Namun yang masuk puskesmas hanya 6 sekolah, yaitu dari PAUD, SD dan MTs," katanya, Selasa (27/1/2026).
Iyus memaparkan jika korban mulai merasakan gejala keracunan dan masuk ke Puskesmas sekitar pukul 14.00 WIB.
" Yang dirasakan para korban itu mual, pusing dan muntah serta dehidrasi karena banyak muntah," terangnya.
Sementara itu, selang beberapa jam kemudian jumlah korban dugaan keracunan usai menyantap MBG itu terus bertambah, menjadi 204 orang.
Jumlah itu diungkapkan Bupati Cianjur usai mengunjungi korban di Puskesmas Cijagang.
" Keterangan dari Bapak Camat ada 204 dan kondisinya saat ini sudah berangsur angsur membaik," kata Bupati Cianjur dr. M. Wahyu Ferdian.
Bupati juga mengungkapkan jika keracunan bukan hanya di Kecamatan Cikalongkulon saja. Namun juga terjadi di Kecamatan Kadupandak dan Kecamatan Sukanagara.
" Untuk kadupandak ada 12 dan Sukanagara ada dua orang, " tambahnya.
Sementara, bilamana terbukti untuk sanksi yang akan diberikan kepada SPPG, Bupati masih menunggu hasil uji lab sempel muntahan dari korban.
" Tentunya kita harus bertindak berdasarkan fakta dan data. Jadi kita masih menunggu hasil Laboratorium yang ada dan akan ditindaklanjuti berdasarkan hasil tersebut, " tandasnya.
Dri