| Foto: Dok. (Has-SC) Santri Melek Konstitusi: Ubah Apatisme Jadi Kekuatan Kewarganegaraan (Photo Rizieq Alman) |
SUARA CIANJUR | BANDUNG – Dunia politik nasional yang kerap diwarnai intrik dan kekacauan membuat banyak santri mengambil jarak. Bagi mereka, politik sering kali dianggap sebagai panggung yang jauh dari nilai-nilai kemaslahatan, bahkan tak jarang dipandang sebagai sesuatu yang tidak memberikan pengaruh positif sama sekali. Sikap "menghindar" ini pun menjadi pilihan aman bagi banyak santri.
Namun, Rizieq Alman memiliki pandangan berbeda. Ia menilai, sikap enggan santri terhadap politik bukanlah tanda ketidakpedulian, melainkan respon rasional atas minimnya edukasi politik yang sehat dan objektif selama ini.
Meluruskan Paradigma: Santri Bukan Objek Mobilisasi Rizieq Alman salah satu santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Khodijiyyah menyoroti bahwa selama ini, interaksi politik di pesantren sering kali terjebak dalam pola yang dangkal. Santri hanya didekati saat musim pemilihan sebagai lumbung suara, namun abai diberikan pemahaman mendalam tentang hak-hak konstitusional mereka.
" Santri punya kedaulatan hak suara yang setara dengan warga negara lainnya. Sayangnya, mereka tidak dibekali 'peta' yang cukup untuk memahaminya. Akibatnya, mereka dibiarkan buta akan mekanisme konstitusi dan merasa bahwa suara mereka tidak ada artinya di tengah hiruk-pikuk politik yang ada," ungkap Rizieq Alman. Jumat (19/6/2026).
Sambung Rizieq, pada akhirnya, menjadi santri bukanlah alasan untuk menutup diri dari dinamika berbangsa. Justru, nilai-nilai moral yang tertanam di pesantren menjadi modal kuat untuk membawa integritas ke dalam ruang publik.
" Jangan pernah merasa bahwa politik bukan ranah kita. Sebagai warga negara yang baik, memahami politik adalah bentuk pengabdian," terangnya.
" Sudah saatnya santri tidak hanya menjadi penonton. Mari pelajari konstitusi, bukan untuk larut dalam kekacauan, melainkan untuk meluruskannya. Jadikan politik sebagai ladang amal untuk memperjuangkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," tutupnya.
Hasanudin