SUARA CIANJUR | SUKARESMI - Pada saat limpasan air hujan bercampur lumpur menerjang pemukiman warga, dan diantaranya masuk ke rumah- rumah milik warga sekitar proyek kandang ayam petelur barulimus, pihak pengelola merespon gerak cepat, dengan memperbaiki saluran drainase. Sebagai upaya kejadian serupa tidak terulang.
" Owner kandang ayam petelur memerintahkan kita untuk merespon cepat keluhan warga, dan hari ini, kita, langsung melakukan perbaikan drainase, agar peristiwa kemarin tidak terulang kembali," ujar Lilis orang kepercayaan owner proyek kandang ayam petelur barulimus, Rabu (7/1/2025).
" Bahkan, untuk mempercepat pengerjaan perbaikan drainase, kita sudah memesan alat berat," jelasnya.
Disinggung awak media mengenai semua perizinan kegiatan usaha peternakan ayam petelur di barulimus, apakah sudah ditempuh?.
" Oh sudah, saya sendiri bersama Pak Asda yang mengurus perizinannya. Insyaallah, Owner tidak berani melaksanakan kegiatan usaha sebelum perizinannya selesai," jawabnya.
Lanjut Lilis: " Beliau (owner) orangnya tidak gegabah, maunya tertib, bahkan kemarin pada saat mau melaksanakan pembukaan lahan, Beliau tidak mau jika izinnya belum selesai," jelasnya.
Lebih lanjut Lilis mengatakan, setelah perbaikan drainase, jika dikemudian hari terjadi lagi peristiwa serupa, jangan salahkan proyek kandang ayam petelur, itu merupakan faktor alam.
" Saat ini kami sedang melakukan perbaikan drainase, kedepannya perlu dijelaskan, apabila sudah diperbaiki kemudian peristiwa limpasan air masih terjadi, itu jangan lagi menyalahkan kami, itu adalah faktor alam, dikarenakan cuaca sekarang tidak bisa diprediksi, saat ini alam sudah tidak bersahabat dengan kita, disini mah tidak seberapa, coba kalau dibandingkan dengan peristiwa kemarin di Sumatera," tandasnya.
Ditempat yang sama, Nanang selaku Kepala Desa Cikancana yang pada saat itu sedang berada dilokasi proyek kandang ayam petelur, ikut angkat suara.
" Alhamdulillah, keluhan warga Bojong Desa Cikancana saat ini sudah ditanggapi baik oleh pihak proyek peternakan, bahkan pihak pengusaha siap memberikan santunan kepada warga yang terkena dampak kemarin," tuturnya.
" Namun, kami menyarankan warga jangan dulu menerima santunan, sebelum perbaikan drainase di selesaikan pihak perusahaan," katanya.
Terpisah, di kediamannya, Ani salah seorang warga yang terdampak peristiwa limpasan air hujan bercampur lumpur, mengutarakan harapan warga terdampak yang di wakilinya.
" Pokonamah nu penting tidak merugikan warga masyarakat, kalau pihak perusahaan bersedia tanggung jawab silahkan pihak perusahaan berjalan, kami tidak bermaksud melarang atau menghalangi usaha orang lain, tapi kami berharap perhatikan juga dampaknya kepada kami yang tinggal tak jauh dari proyek kandang ayam petelur barulimus ini," harapnya.
Senada dengan Ani, HN tokoh masyarakat yang meminta namanya di inisialkan ikut buka suara.
" Secara pribadi saya mendukung keberadaan proyek kandang ayam petelur ini, minimalnya permasalahan pengangguran di wilayah kami mendapat solusi, dengan banyaknya menyerap tenaga kerja lokal, tapi saya masih penasaran dengan kelengkapan perizinannya, nanti kami akan datang ke tempat peternakan ayam petelur untuk mempertanyakannya, sekalian juga mempertanyakan tentang komitmen CSRnya bagi warga sekitar, margi nu ngaraoskeun dampak lingkungan tangtos warga sekitar," katanya menggunakan bahasa daerah.
" Enya atuh warga teh ulah kabagean dampak sareung bau na hungkul," tandasnya.
(Goesta)