Jejak Ketapang TA 2022- 2025, Ketua BPD Sukamanah Sebut Tidak Ada

suaracianjur.com
Februari 28, 2026 | 21:36 WIB Last Updated 2026-02-28T14:46:38Z
Foto: Dok. (Rafli/Goesta) Gambar ilustrasi hewan ternak program ketahanan pangan (Ketapang) photo istimewa.

SUARA CIANJUR | MANDE - Warga Desa Sukamanah ramai mempertanyakan jejak Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran (TA) 2022- 2025. Deden Sarif selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukamanah menanggapi isu tersebut ia angkat suara.

" Program ketahanan pangan tahun anggaran 2022 yang dialokasikan untuk ternak domba memang benar lokasinya berada di kampung singkup," ujar Deden mengawali ucapannya dalam sesi wawancara dengan awak media suara cianjur, Sabtu (28/2/2026).

Sambung Deden, adapun untuk ternak bebek (meri) lokasinya berada ditepian sungai, lokasinya berdekatan dengan program ketapang 2025 yang dikelola BUMDes, menanam cabai.

" Jadi pengalokasian yang di sukabagja itu anggarannya sedikit, yang banyak itu lokasinya dipinggir sungai, dekat kebun cabai," jelasnya.

Apakah pengalokasian anggaran program ketahanan pangan tahun anggaran 2022 untuk ternak domba sesuai dengan perencanaan? Apakah ada pembangunan fisiknya? tanya awak media.

" Kalau melihat lokasi kandang singkup perlu dijelaskan lokasi lahan tersebut sebelumnya kosong tidak ada bangunan kandang, seharusnya ada anggaran untuk kegiatan pembangunan kandang, saya lupa lagi karena sudah lama beberapa tahun silam, itu kan tahun 2022, kenapa baru menanyakannya sekarang? ya saya jadi lupa, tapi nanti lah saya akan konfirmasi kembali ke Kepala Desa atau Sekdes untuk meminta dokumennya kembali, biar lebih jelas valid informasinya," jawabnya.

Disinggung ada berapa ekor jumlah domba program ketahanan pangan tahun anggaran 2022. Deden menyebutnya kurang dari 50 ekor.

" Kalau menurut saya mah asa kurang dari 50 ekor, karena saya masih ingat, waktu itu sempat ada kunjungan dari Inspektorat Provinsi melakukan pengecekan ke lokasi pengelola, saat ditanya mengenai jumlah domba jantan dan betina kalau enggak salah kurang dari 50 ekor," terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketapang tahun anggaran 2022 yang dialokasikan untuk ternak unggas, bebeknya sudah tidak ada.

" Awalnya sering saya pantau seminggu sekali, kemudian 2 minggu sekali, sebulan sekali, dan bebeknya masih ada, kesini- kesini bebeknya sudah tidak ada, dulu saya sempat mempertanyakan ke Kepala Desa, jawab dia katanya tidak ada," bebernya.

Beberapa tahun anggaran untuk program ketahanan pangan dari tahun 2022 hingga 2025 anggarannya sudah terserap, menurut kacamata BPD apakah programnya telah berjalan sukses?, dan apakah masih ada bukti fisik? Kalau ada dimana saja?. Kejar awak media kembali bertanya.

" Tidak ada, saya pernah menanyakan langsung ke Kepala Desa, saat itu warga juga banyak yang mempertanyakan kepada BPD apakah masih ada domba ketapang? Dimana bebek ketapang apakah masih ada? Saya bertanya ke Kepala Desa jawabannya sudah tidak ada," bebernya menjawab pertanyaan awak media.

Bisa dijelaskan tidak adanya karena apa? Agar warga desa sukamanah dapat mengetahuinya, karena anggaran yang dipakai sumbernya dari keuangan negara.

" Mati," Jawabnya singkat.

Apa yang menjadi penyebab kematian masal hewan ternak program ketahanan pangan desa sukamanah? telisik awak media. 

" Bukti administrasinya nanti kita lihat ada di pemerintahan desa," jawabnya.

Apakah menurut BPD, program ketapang desa sukamanah, yang dialokasikan untuk ternak domba, ayam, dan bebek sudah tidak ada? lontar awak media kembali mengajukan pertanyaan.

" Ya, itu berdasar keterangan pihak Kepala Desa, ketika saya mempertanyakannya, soalnya banyak warga yang bertanya ke BPD, jawaban Kepala Desa yang saya terima seperti itu," jawabnya.

Untuk jawaban yang lebih detail. Deden berjanji akan segera menginformasikan kembali, setelah dia konfirmasi terlebih dahulu kepada kepala desa.

" Nanti ya, saya akan konfirmasi ulang ke Kepala Desa atau Sekdes, terkait dokumen ketahanan pangan, agar informasi yang saya sampaikan lebih akurat dan benar, di hari kerja nanti saya akan mempertanyakannya," ucapnya.

Sebelumnya UJ (Inisial-red) Tokoh Masyarakat setempat menegaskan bahwa pengelolaan dana ketapang yang bernilai ratusan juta rupiah realisasinya tidak jelas juntrungannya.

" Ditahun anggaran yang dulu- dulu di Kampung singkup, dana ketapang di aktualisasikan untuk ternak domba, da nepi ka ayeuna teu jarelas juntrunganna," jelas UJ, Rabu (25/2/2026).

" Dombanya tak tersisa, dananya entah kemana? pokonamah teu jarelas, kalau tidak percaya temui pengurusnya di kampung singkup," tandasnya diselingi dialek bahasa daerah.

Ia juga menceritakan anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran berikutnya, yang di aktualisasikan untuk ketahanan pangan sumber hewani (ternak bebek- meri).

" Tahun anggaran berikutnya direalisasikan untuk ternak bebek (meri) di kampung sukabagja, sarua nepi ka ayeuna teu jelas juntrunganna!," terangnya.

" Sampai saat ini bebek ketapang desa sukamanah tak bersisa satu ekorpun," katanya.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat lainnya yang berinisial BU (50) tahun, ia mempertanyakan anggaran dana desa (DD) yang direalisasikan untuk ternak ayam di kampung cicondong.

" Beberapa bulan ke belakang, ternak ayam ketapang desa sukamanah pernah panen sekali, setelahnya kandangnya kosong tidak diisi lagi, sudah hampir tiga bulan lebih kandangnya dibiarkan kosong," beber BU.

" Nasib ayam ketapang desa sukamanah serupa dengan bebek desa sukamanah, sampai hari ini tidak jelas kelanjutannya, ternak bebek pun hanya sekali panen, setelah itu tidak ada kelanjutannya," ujar BU.

Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, awak media di hari yang berbeda sebanyak tiga kali bolak balik ke balai desa sukamanah, untuk mengkonfirmasi Kepala Desa, tapi sayang yang bersangkutan tidak ada dikantornya. Mencoba dihubungi melalui sambungan telepon belum juga mendapat respon.

Dikonfirmasi awak media terkait program ketahanan pangan desa sukamanah yang di sorot tokoh masyarakat, Dadung selaku Ketua BUMDes Sukamanah menjelaskan:

" Iya, kebetulan program ketahanan pangan tahun anggaran sekarang di realisasikan untuk ketahanan pangan sumber protein hewani dan nabati, protein hewaninya ternak ayam, dan protein nabatinya menanam cabai," jelas Dadung.

Disinggung awak media mengenai kandang ayam ketapang desa sukamanah, yang menurut tokoh masyarakat kandangnya kosong. Dadung membantah kandang sengaja dikosongkan alasan kondisi cuaca.

" Kemarin satu periode beres, untuk sekarang di bulan Januari karena musim hujan jadi ditunda dulu, tadinya mau berternak lagi," jawab Dadung menerangkan kenapa kandang ayam ketapang kosong.

" Melihat kondisi cuaca kami jadi was was, apalagi saat ini bertepatan dengan bulan puasa, paling dimulai lagi setelah lebaran," kelitnya.

Dana Desa (DD) tahun anggaran berapa yang digunakan untuk ternak ayam dan tanam cabai di kampung cicondong? tanya awak media.

" Tahun anggaran 2025, sama dengan penanaman cabai," jawabnya mengakhiri sesi wawancara dengan awak media.

Sesuai petunjuk UJ tokoh masyarakat desa sukamanah yang mengarahkan awak media untuk mengkonfirmasi pengurus domba program ketapang desa sukamanah di kampung singkup, dalam sesi wawancara Bah Aman membenarkan bahwa dirinya pernah mengurus domba program ketapang.

" Iya benar 4 tahun kebelakang saya pernah mengurus domba program ketapang desa sukamanah," aku Bah Aman, pada Jumat (27/2/2026).

Ia juga menerangkan bahwa dirinya sejak saat itu diberikan amanah untuk mengurus 50 ekor domba program ketapang desa sukamanah.

" Kalau ngak salah, saya diberikan tanggung jawab untuk mengurus 50 ekor domba ketapang, kecil- kecil dombanya, usia domba kira-kira 4 bulanan," terangnya.

Lebih lanjut Bah Aman menjelaskan asal usul pembangunan kandang domba, serta diatas lahan siapa kandang tersebut berdiri.

" Kandang domba mah di bangun ku bos abdi. Bos abdi nyewa lahan kas desa. Pak Kadesmah harita teh ngan ukur nitipkeun 50 ekor domba, abdi nu kuli ngarit sareung marabanna," jelas menggunakan bahasa daerah.

" Da teu lami domba pak kades aya di kandang bos abdi, mung tilu sasih, tos tilu sasihmah sadayana domba ditarik, abdimah mung kuli ngarit sareung maraban," paparnya.

Lanjut Bah Aman: " Muhun, domba ditalarik piwarangan pak kades, ieu ge nu aya di kandangmah domba abdi, domba nu di desa mah tos teu araya, da harita ge ditalarik sadayana," katanya.

Goesta/Rafli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jejak Ketapang TA 2022- 2025, Ketua BPD Sukamanah Sebut Tidak Ada

Trending Now

Iklan