Program Ketapang Desa Sukamanah, Tomas: Ngak Jelas Juntrungannya

suaracianjur.com
Februari 28, 2026 | 13:50 WIB Last Updated 2026-02-28T09:26:14Z
Foto: Dok. (Goes/Rafli) Tokoh masyarakat (Tomas) Desa Sukamanah Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur menyoroti program ketahanan pangan (Ketapang), mereka menilai program yang menyerap 20% anggaran Dana Desa (DD) tersebut tidak jelas juntrungannya. 

SUARA CIANJUR | MANDE - Tokoh masyarakat (Tomas) Desa Sukamanah Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur menyoroti program ketahanan pangan (Ketapang), mereka menilai program yang menyerap 20% anggaran Dana Desa (DD) tersebut tidak jelas juntrungannya. 

Seperti yang di sampaikan UJ (Inisial-red) ia menegaskan bahwa pengelolaan dana ketapang yang bernilai ratusan juta rupiah realisasinya tidak jelas.

" Ditahun anggaran yang dulu- dulu di Kampung singkup, dana ketapang di aktualisasikan untuk ternak domba, da nepi ka ayeuna teu jarelas juntrunganna," jelas UJ, Rabu (25/2/2026).

" Dombanya tak tersisa, dananya entah kemana? pokonamah teu jarelas, kalau tidak percaya temui pengurusnya di kampung singkup," tandasnya diselingi dialek bahasa daerah.

Ia juga menceritakan anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran berikutnya, yang di aktualisasikan untuk ketahanan pangan sumber hewani (ternak bebek- meri).

" Tahun anggaran berikutnya direalisasikan untuk ternak bebek (meri) di kampung sukabagja, sarua nepi ka ayeuna teu jelas juntrunganna!," terangnya.

" Sampai saat ini bebek ketapang desa sukamanah tak bersisa satu ekorpun," katanya.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat lainnya yang berinisial BU (50) tahun, ia mempertanyakan anggaran dana desa (DD) yang direalisasikan untuk ternak ayam di kampung cicondong.

" Beberapa bulan ke belakang, ternak ayam ketapang desa sukamanah pernah panen sekali, setelahnya kandangnya kosong tidak diisi lagi, sudah hampir tiga bulan lebih kandangnya dibiarkan kosong," beber BU.

" Nasib ayam ketapang desa sukamanah serupa dengan bebek desa sukamanah, sampai hari ini tidak jelas kelanjutannya, ternak bebek pun hanya sekali panen, setelah itu tidak ada kelanjutannya," ujarnya.

Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, awak media di hari yang berbeda sebanyak tiga kali bolak balik ke balai desa sukamanah, untuk mengkonfirmasi Kepala Desa, tapi sayang yang bersangkutan tidak ada dikantornya. Mencoba dihubungi melalui sambungan telepon belum mendapat respon.

Dikonfirmasi awak media terkait program ketahanan pangan desa sukamanah yang di sorot tokoh masyarakat, Dadung selaku Ketua BUMDes Sukamanah menjelaskan:

" Iya, kebetulan program ketahanan pangan tahun anggaran sekarang di realisasikan untuk ketahanan pangan sumber protein hewani dan nabati, protein hewaninya ternak ayam, dan protein nabatinya menanam cabai," jelas Dadung.

Disinggung awak media mengenai kandang ayam ketapang desa sukamanah, yang menurut tokoh masyarakat kandangnya kosong. Dadung membantah kandang sengaja dikosongkan alasan kondisi cuaca.

" Kemarin satu periode beres, untuk sekarang di bulan Januari karena musim hujan jadi ditunda dulu, tadinya mau berternak lagi," jawab Dadung menerangkan kenapa kandang ayam ketapang kosong.

" Melihat kondisi cuaca kami jadi was was, apalagi saat ini bertepatan dengan bulan puasa, paling dimulai lagi setelah lebaran," kelitnya.

Dana Desa (DD) tahun anggaran berapa yang digunakan untuk ternak ayam dan tanam cabai di kampung cicondong? tanya awak media.

" Tahun anggaran 2025, sama dengan penanaman cabai," jawabnya.

Sesuai petunjuk UJ tokoh masyarakat desa sukamanah yang mengarahkan awak media untuk mengkonfirmasi pengurus domba program ketapang desa sukamanah di kampung singkup, dalam sesi wawancara Bah Aman membenarkan bahwa dirinya pernah mengurus domba program ketapang.

" Iya benar 4 tahun kebelakang saya pernah mengurus domba program ketapang desa sukamanah," aku Bah Aman, pada Jumat (27/2/2026).

Ia juga menerangkan bahwa dirinya sejak saat itu diberikan amanah untuk mengurus 50 ekor domba program ketapang desa sukamanah.

" Kalau ngak salah, saya diberikan tanggung jawab untuk mengurus 50 ekor domba ketapang, kecil- kecil dombanya, usia domba kira-kira 4 bulanan," terangnya.

Lebih lanjut Bah Aman menjelaskan asal usul pembangunan kandang domba, serta diatas lahan siapa kandang tersebut berdiri.

" Kandang domba mah di bangun ku bos abdi. Bos abdi nyewa lahan kas desa. Pak Kadesmah harita teh ngan ukur nitipkeun 50 ekor domba, abdi nu kuli ngarit sareung marabanna," jelas menggunakan bahasa daerah.

" Da teu lami domba pak kades aya di kandang bos abdi, mung tilu sasih, tos tilu sasihmah sadayana domba ditarik, abdimah mung kuli ngarit sareung maraban," paparnya.

Lanjut Bah Aman: " Muhun, domba ditalarik piwarangan pak kades, ieu ge nu aya di kandangmah domba abdi, domba nu di desa mah tos teu araya, da harita ge ditalarik sadayana," katanya.

Terpisah, dihubungi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp. Deden Sarif selaku Ketua BPD Sukamanah menanggapi program ketapang yang mendapat sorotan tajam dari tokoh masyarakat setempat, ia buka suara.

" Untuk ketapang taun 2025 kemarin pengelolaanya sama BUMDes sumber rejeki, untuk ternak domba sama itik itu sudah lama pak kalau tidak salah  tahun 2022," terangnya melalui pesan singkat WhatsApp.

" Pami teu lepatmah tahun 2022 untuk anggaranya, kalau tidak salah pake anggaran yg paling minimal dari ketentuan permendes penggunanna dana desa tahun 2022 untuk ketapang," tulisnya.

Sambung Deden: " Upami angka anu pastina abdi hilap dei, soalna tos rada lami, dulumah sempat di pasang di papan baliho untuk semua angarana," paparnya.

Goesta/Rafly
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Program Ketapang Desa Sukamanah, Tomas: Ngak Jelas Juntrungannya

Trending Now

Iklan