SUARA CIANJUR | MANDE - Pasca viralnya pemberitaan akses jalan menuju kawasan wisata jangari dipenuhi ceceran tanah merah yang diduga berasal dari aktivitas perataan (cut and fill) tanah lapang desa mande, untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas serta lakalantas. Forkopimcam Mande melaksanakan pembersihan jalan dari material yang bisa membahayakan pengguna jalan, sebagai tindakan antisipasi Polsek Mande menutup aktivitas cut and fill.
Kapolsek Mande AKP Yudi Haryanadi S.H. CPHR., menegaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalulintas.
" Langkah ini kami ambil untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalulintas, karena material dari aktivitas di lapangan tersebut berserakan di jalan, antara Bobojong hingga arah Sukaluyu," terang Kapolsek Mande, Minggu (12/4/2026).
" Kami telah menghentikan semua kegiatan galian tanah, dan meminta agar tanah yang berceceran segera di bersihkan, supaya tidak mengganggu lalulintas yang berpotensi membahayakan para pengguna jalan," jelasnya.
Lanjut Kapolsek Mande, kegiatan ini kami lakukan pada hari Minggu, 12 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Dl
" Demi menjaga kondusifitas di wilayah hukum mande. Polsek bersama Forkopimcam Mande berkomitmen, merespon cepat apa yang menjadi keluhan masyarakat," tandasnya.
Rafli