Kisruh Dana Bantuan PIP di SDN Wiratanudatar: Penerima Manfaat Hingga Lulus Diduga Tak Terima Haknya

suaracianjur.com
Mei 12, 2026 | 15:55 WIB Last Updated 2026-05-12T08:58:25Z
Foto: Dok. (Goesta) Kisruh Dana Bantuan PIP di SDN Wiratanudatar: Penerima Manfaat Hingga Lulus Diduga Tak Terima Haknya 

SUARA CIANJUR | CIKALONGKULON - Para orang tua penerima manfaat dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Wiratanudatar- Cikalongkulon mengaku belum menerima hak anaknya secara utuh, di duga, hal tersebut terjadi hingga anak mereka dinyatakan lulus sekolah.

Dikonfirmasi awak media, Yusup Ibrahim selaku Kepala SDN Wiratanudatar- Cikalongkulon, untuk menjawab keluhan para orang tua penerima manfaat, ia akan meng- konfirmasi terlebih dahulu staffnya, karena di sekolah tersebut ia mengaku baru masuk di 2025 akhir.

" Abdi konfirmasi heula sareung OP. Margi abdi masuk ke Wirata akhir 2025," tulis Yusup melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp. Selasa (12/5/2026).

Namun, ia memberikan keterangan singkat, bahwa pencairan dana bantuan PIP di sekolah yang ia pimpin, diambil langsung oleh penerima manfaat.

" Selama ini PIP siswa mengambil sendiri lewat ATM," jelasnya.

Sebelumnya, BA (Inisial -red) salah satu orang tua penerima manfaat, ia menyebutkan bahwa anaknya MR (Inisial -red) yang saat itu masih berstatus sebagai peserta didik di SDN Wiratanudatar, tercatat sebagai penerima manfaat dana bantuan PIP, tahun anggaran 2024 dan 2025.

" Di aplikasi sipintar, anak saya tercatat dua kali sebagai penerima manfaat PIP, di tahun 2024 dan 2025, tapi sayang hak anak saya tidak diterima secara utuh, yang tahun 2025 hingga anak saya lulus belum juga kami terima," kata BA, Senin (11/5/2026).

" Dana bantuan PIP yang tahun 2024 sudah kami terima, besarannya Rp. 450.000,-" imbuhnya.

Tidak hanya mengeluh kepada awak media, bahkan sebelumnya BA sudah berulang kali datang ke sekolah, guna mempertanyakan kejelasan hak anaknya.

" Kantos sabaraha kali dongkap ka sakola, aya 3 kali na, saur Pak Dedi, umi kumaha nya? Artos PIP MR teh kin atuh nya kanggo samen, tapi da teu pernah katampi hakna, dugi ka murangkalih lulus oge," ungkapnya menggunakan bahasa daerah, seraya menirukan ucapan Pak Dedi.

Disinggung awak media mengenai keberadaan buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP beserta kartu ATMnya, saat ini dipegang oleh siapa? BA menjawab hingga anaknya lulus SD, dan sekarang duduk di bangku SMP tidak pernah pernah memegang buku rekening.

" Buku rekening PIP sareng ATM ada di pak Dedi, teu kantos nampi abdimah, malihan murangkalih oge miwarang dicandak, tapi sabaraha kali ditaroskeun oge teuteup we teu dipasihkeun," aku BA.

Masalah hak yang belum diterima, tidak hanya terjadi pada MR. Hal serupa juga di alami penerima manfaat lainnya. Sebut saja MV (Inisial -red) alumni SDN Wiratanudatar, ia melalui SK (Inisial -red) orang tua nya, juga mempertanyakan haknya yang belum mereka terima.

" Selama anak saya sekolah di SDN Wiratanudatar baru menerima bantuan PIP satu kali, besarannya Rp. 900.000,-" aku SK.

Sambung SK: " Menerima hak PIP cuman sekali itu aja, padahal yang tercatat di aplikasi sipintar selama 5 kali berturut-turut anak saya tercatat sebagai penerima manfaat, dari tahun 2018, 2019,2020, 2021, dan 2022, upami di etang sataun na Rp. 450.000,- jumlahna diangka Rp. 2. 250.000,- sedangkan nu tos katampi ukur Rp. 900.000,-".

Buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP beserta ATMnya saat ini berada dimana? Dipegang siapa? Tanya awak media.

" Sebelumnya ada di sekolah namun sekarang dipegang oleh orang tua," jawabnya.

Goesta
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kisruh Dana Bantuan PIP di SDN Wiratanudatar: Penerima Manfaat Hingga Lulus Diduga Tak Terima Haknya

Trending Now

Iklan