Dua Tahun Anggaran Tercatat Sebagai Penerima Manfaat PIP, Orang Tua Murid SDN Cipinang: Ngak pernah terima duitnya

suaracianjur.com
Mei 12, 2026 | 19:14 WIB Last Updated 2026-05-12T12:18:02Z
Foto: Dok. (Goesta) Dua Tahun Anggaran Tercatat Sebagai Penerima Manfaat PIP, Orang Tua Murid SDN Cipinang: Ngak pernah terima duitnya 

SUARA CIANJUR | CIKALONGKULON - Salah satu orang tua penerima manfaat PIP yang berinisial (UJ) mengaku hak anaknya tidak di terima secara utuh, yang bersangkutan juga menerangkan bahwa anaknya yang berinisial (PJ) di aplikasi Sipintar tercatat sebagai penerima manfaat PIP di satuan pendidikan tingkat sekolah dasar, tepatnya di SDN Cipinang- Cikalongkulon. 

" Selama bersekolah di SDN Cipinang, anak saya hanya sekali menerima haknya, sebesar Rp. 450.000,- saat itu tahun 2023," ungkap UJ, Selasa (12/5/2026).

Sambung UJ: " Padahal di Sipintar, anak saya tercatat 2 kali sebagai penerima manfaat PIP, tahun 2022 dan 2023,".

" Setelah menerima sekali, hingga saat ini yang tahun 2022 tidak pernah kami terima," katanya.

Saat pencairan dana bantuan PIP yang tahun 2023, apakah di ambil sendiri oleh orang tua penerima manfaat? tanya awak media.

" Ka Bank heula rame-rame pak, terus pulang deui ka sakola baru diterima orang tua, eta ge dipotong kanggo ka emutan sareng ongkos Rp.50.000,- katampina mah ukur Rp.400.000,-" jawabnya.

Terpisah, Dadan selaku Operator SDN Cipinang, menanggapi keluhan orang tua penerima manfaat PIP, ia berdalih bahwa dirinya baru menjabat operator dari tahun 2024.

" Duka atuh pak, abdi mah nembe jadi operator na ge ti tahun 2024 waktos pak Kasim janten kepala sekolah, kanggo konfirmasi lebih jelasna mah langkung sae bapak nepangan pak Kepala Sekolah," ujar Dadan, sambil menyarankan awak media untuk menghubungi langsung pimpinannya.

Saat mau dikonfirmasi, sayang sekali Kepala Sekolah sedang tidak ada di tempat, di hubungi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp belum mendapatkan jawaban.

Satu tahun sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi, tepatnya pada hari Senin, 19 Mei 2025, tapi hingga saat ini tahun 2026 penerima manfaat belum juga menerima haknya.

Diketahui pada saat itu MD (Inisial -red) Orang tua peserta didik di SDN Cipinang- Cikalongkulon, mengaku, bahwa anaknya MV (Inisial -red) tercatat di aplikasi Sipintar secara berturut-turut dari tahun 2021 dan 2022 sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), tapi yang bersangkutan mengaku tidak pernah sekalipun menerima duitnya.

Menurut pengakuan MD, hal tersebut baru diketahui setelah dirinya, bersama para orang tua yang lain, mengecek langsung data penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) di aplikasi Sipintar, salah satu aplikasi yang diterbitkan Kemendikbud agar bisa diakses umum, sebagai jawaban dari keterbukaan informasi publik.

" Anak saya, MV saat ini sudah duduk di kelas 9 (Kelas 3 SMP- red), awalnya kami iseng saja mengecek data penerima manfaat PIP di aplikasi sipintar, setelah memasukan nomor NIK dan NISN nya anak saya, di aplikasi besutan Kemendikbud tersebut, kemudian muncul pemberitahuan secara rinci, bahwa anak saya tercatat sebagai penerima manfaat PIP, dari tahun 2021 dan 2022," terangnya, pada Senin (19/5/2025).

" Meskipun di Sipintar tercatat 2 kali sebagai penerima manfaat PIP, tapi faktanya tidak pernah sekalipun menerima dana bantuan pendidikan," akunya.

Saat anaknya masih berstatus peserta didik di SDN Cipinang, apakah MD pernah menerima pemberitahuan dari Pengurus PIP di SDN Cipinang? tanya awak media.

" Tidak pernah menerima pemberitahuan," jawabnya.

Menerima pemberitahuan atau dipanggil pihak sekolah untuk meng- aktivasi buku simpanan pelajar (simpel)? Kejar awak media kembali melontarkan pertanyaan.

" Tidak pernah ada pemberitahuan apapun kepada orang tua murid terkait dana bantuan PIP mah Pak," jawabnya.

Pernah melihat buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP anaknya? tanya awak media.

" Ti awal sudah dijawab Pak, ngak ada pemberitahuan, jadi ngak tahu sama sekali ada atau tidaknya buku rekening PIP, karena teu di wartosan ti awal ge," jawabnya di selingi bahasa daerah.

Ia pun mengutarakan keheranannya kepada awak media, mengapa pihak pengelola PIP di SDN Cipinang tidak melakukan pemberitahuan kepada dirinya, selaku orang tua murid, sekaligus orang tua penerima manfaat PIP.

" Aneh dan heran saya mah Pak, kenapa pihak sekolah tidak melakukan pemberitahuan, padahal saya teh lagi butuh duit untuk biaya sekolah," keluhnya.

" Kira- kira menurut bapak sampai saat ini masih ada ngak duitnya ya," imbuhnya sambil bertanya balik kepada awak media.

Terakhir, setelah mengetahui hal tersebut, ia pun menyampaikan keinginannya untuk protes langsung ke pihak sekolah.

" Sebenarnya saya ingin protes langsung ke sekolah, tapi takutnya saya terbawa suasana, karena saya ini orangnya emosian," tandasnya.

Sementara itu, Muhammad Kasim, selaku Kepala SDN Cipinang saat dikonfirmasi terkait adanya keluhan dari orang tua penerima manfaat, ia menjawab singkat.

" Itu bukan di zaman saya menjadi Kepala Sekolah, terserah," Rabu, (21/5/2025).

Goesta
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dua Tahun Anggaran Tercatat Sebagai Penerima Manfaat PIP, Orang Tua Murid SDN Cipinang: Ngak pernah terima duitnya

Trending Now

Iklan