| Foto: Dok. (Goesta) Kepsek dan Operator SDN Wiratanudatar Kompak Tepis Pengakuan Orang Tua Penerima Manfaat PIP |
SUARA CIANJUR | CIKALONGKULON - Hingga anaknya lulus dari SDN Wiratanudatar, para orang tua penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) mengaku belum menerima haknya secara utuh, bahkan salah satu dari mereka pernah datang langsung beberapa kali ke sekolah untuk mempertanyakan kejelasan hak anaknya.
Yusup Ibrahim selaku Kepala SDN Wiratanudatar- Cikalongkulon terkait munculnya keluhan dari orang tua penerima manfaat PIP mengatakan akan mengkonfirmasi dulu staffnya.
" Terkait ini, saya akan konfirmasi dulu operator sekolah, karena saya masuk ke Wirata tahun 2025 akhir," tulisnya menjawab pertanyaan awak media melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp, Selasa (12/5/2026).
Namun, ia juga memberikan keterangan singkat terkait pencairan dana bantuan PIP di sekolah yang di pimpinnya.
" Selama ini PIP siswa mengambil sendiri lewat ATM," jelasnya.
Masih dikonfirmasi melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp, Dedi Mulyadi selaku Operator SDN Wiratanudatar menyebutkan, bahwa permasalahan yang muncul akibat berkas penerima manfaat PIP masih berada di BRI.
" Nu muhammad rafa liskandar leres acan di candak di BRI na, berkas tos di BRI," jawabnya, Selasa (12/5/2026).
Selanjutnya Dedi menjelaskan bahwa belum cairnya dana Muhamad Rafa karena terhambat proses di BRI.
"Kan Raffa Liskankar sareng Salma Nursaidah kenging 225 rb, anjeuna teuacan gaduh ATM na..ku abdi disanggakeun berkas na ka BRI ka pak satpan BRI Sukagalih nu pendek..abdi ngantos berita ti BRI teuaya wae..teras aya deui nu susulan sasih juni 2025 pami teulepat mah, nu teugaduh ATM sok ku abdi berkas na disanggakeun ka BRI..pas abdi naros mana berkas nu Salma sareng Raffa, saurna kin dipilari heula. Dugi ayeuna teuacan aya konfirmasi..kin enjing abdi ngabujeng ka BRI," ungkapnya.
Sebelumnya, BA (Inisial -red) salah satu orang tua penerima manfaat menyebutkan bahwa anaknya MR (Inisial -red) yang saat itu masih berstatus sebagai peserta didik di SDN Wiratanudatar, tercatat sebagai penerima manfaat dana bantuan PIP, tahun anggaran 2024 dan 2025.
" Di aplikasi sipintar, anak saya tercatat dua kali sebagai penerima manfaat PIP, di tahun 2024 dan 2025, tapi sayang hak anak saya tidak diterima secara utuh, yang tahun 2025 hingga anak saya lulus belum juga kami terima," kata BA, Senin (11/5/2026).
" Dana bantuan PIP yang tahun 2024 sudah kami terima, besarannya Rp. 450.000,-" imbuhnya.
Tidak hanya mengeluh kepada awak media, bahkan sebelumnya BA sudah berulang kali datang ke sekolah, guna mempertanyakan kejelasan hak anaknya.
" Kantos sabaraha kali dongkap ka sakola, aya 3 kali na, saur Pak Dedi, umi kumaha nya? Artos PIP MR teh kin atuh nya kanggo samen, tapi da teu pernah katampi hakna, dugi ka murangkalih lulus oge," ungkapnya menggunakan bahasa daerah, seraya menirukan ucapan Pak Dedi.
Disinggung awak media mengenai keberadaan buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP beserta kartu ATMnya, saat ini dipegang oleh siapa? BA menjawab hingga anaknya lulus SD, dan sekarang duduk di bangku SMP tidak pernah pernah memegang buku rekening.
" Buku rekening PIP sareng ATM ada di pak Dedi, teu kantos nampi abdimah, malihan murangkalih oge miwarang dicandak, tapi sabaraha kali ditaroskeun oge teuteup we teu dipasihkeun," aku BA.
Masalah hak yang belum diterima, tidak hanya terjadi pada MR. Hal serupa juga di alami penerima manfaat lainnya. Sebut saja MV (Inisial -red) alumni SDN Wiratanudatar, ia melalui SK (Inisial -red) orang tua nya, juga mempertanyakan haknya yang belum mereka terima.
" Selama anak saya sekolah di SDN Wiratanudatar baru menerima bantuan PIP satu kali, besarannya Rp. 900.000,-" aku SK.
Sambung SK: " Menerima hak PIP cuman sekali itu aja, padahal yang tercatat di aplikasi sipintar selama 5 kali berturut-turut anak saya tercatat sebagai penerima manfaat, dari tahun 2018, 2019,2020, 2021, dan 2022, upami di etang sataun na Rp. 450.000,- jumlahna diangka Rp. 2. 250.000,- sedangkan nu tos katampi ukur Rp. 900.000,-".
Buku simpanan pelajar (simpel) atau buku rekening PIP beserta ATMnya saat ini berada dimana? Dipegang siapa? Tanya awak media.
" Sebelumnya ada di sekolah namun sekarang dipegang oleh orang tua," jawabnya.
Goesta