Dorong Pengembangan Ekosistem SAF, Pertamina Siapkan Pasokan untuk Dukung Penerbangan Rendah Emisi

suaracianjur.com
Juli 23, 2026 | 10:34 WIB Last Updated 2026-07-23T03:37:48Z
Foto: Dok. (Arkam/WK) Dalam forum yang diselenggarakan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) 

SUARA CIANJUR | JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga terus mengembangkan ekosistem Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung pengurangan emisi karbon di sektor aviasi. Berbagai langkah yang telah dilakukan perusahaan dipaparkan dalam 3rd Annual Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 di Jakarta.

Dalam forum yang diselenggarakan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) tersebut, Direktur Perencanaan dan Pertumbuhan Bisnis Pertamina Patra Niaga, Joko Pranoto, menjadi narasumber pada diskusi bertema Accelerating the SAF Transition: From Feedstock to Flight. Diskusi ini mempertemukan regulator, maskapai, pelaku industri, penyedia teknologi, dan perusahaan energi untuk membahas pengembangan industri penerbangan yang lebih berkelanjutan.

Joko menjelaskan, Pertamina Patra Niaga telah mengembangkan SAF sejak sekitar lima tahun terakhir. Menurutnya, sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pembangunan fasilitas produksi, uji coba penggunaan SAF bersama maskapai, hingga penyiapan pasar.

"Pertamina Patra Niaga menjadi pionir di Indonesia dengan memulai pengembangan SAF sejak lima tahun lalu. Meskipun tantangan komersialnya masih besar, kami memilih memulai lebih awal. Kami telah melakukan uji coba bersama Garuda Indonesia dan Pelita Air, bahkan tahun ini telah menandatangani kontrak penjualan SAF dengan salah satu maskapai internasional untuk mendukung penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bali," ujar Joko, Rabu (22/7/2026).

Ia menilai pengembangan SAF memerlukan dukungan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari ketersediaan bahan baku (feedstock), fasilitas produksi, pembiayaan, maskapai sebagai pengguna (offtaker), hingga regulasi yang mendukung implementasinya.

Menurut Joko, Pertamina Patra Niaga juga mempersiapkan diri menghadapi rencana penerapan mandat penggunaan SAF sebesar satu persen yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027.

"Dari sisi produksi, fasilitas di Cilacap telah siap. Tahun ini kami juga melakukan uji coba co-processing di Dumai dan Balongan. Selain itu, kami memperkuat pasokan bahan baku melalui kemitraan dan pengembangan sistem pengumpulan internal agar ketersediaannya lebih terjaga," katanya.

Dalam rangkaian Indonesia Aero Summit 2026, PT Pertamina (Persero) bersama PT Pertamina Patra Niaga turut menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Boeing Indonesia. Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan edukasi SAF, pemetaan potensi bahan baku, penguatan kapasitas, kajian pasar, serta dukungan terhadap pengembangan kebijakan yang berkaitan dengan implementasi SAF di Indonesia.

Joko mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekosistem SAF nasional sekaligus mendukung kesiapan industri penerbangan dalam mengadopsi bahan bakar rendah emisi.

Dengan dukungan fasilitas produksi Green Refinery Cilacap, pengembangan sumber bahan baku, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, Pertamina Patra Niaga menilai implementasi SAF di Indonesia memiliki peluang untuk terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan industri penerbangan terhadap bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Arkam
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dorong Pengembangan Ekosistem SAF, Pertamina Siapkan Pasokan untuk Dukung Penerbangan Rendah Emisi

Trending Now

Iklan