| Foto: Dok. (Dang/Goesta- AI/SC) Orang Tua Siswa Pertanyakan Status Penerima PIP di SMP Plus Assuyuthiyyah, Kepala Sekolah Beri Tanggapan |
SUARA CIANJUR | CILAKU – Seorang orang tua siswa SMP Plus Assuyuthiyyah mempertanyakan status Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima anaknya. Pertanyaan tersebut muncul setelah ia mengetahui nama anaknya tercantum sebagai penerima manfaat PIP melalui aplikasi Sipintar, meski selama menempuh pendidikan di tingkat SMP tidak pernah menerima pemberitahuan dari pihak sekolah.
Dadang Sadili, orang tua siswa berinisial SP, mengaku baru mengetahui anaknya terdaftar sebagai penerima manfaat PIP setelah melakukan pengecekan secara mandiri di aplikasi Sipintar.
" Selama lima tahun saya tidak tahu kalau anak saya tercantum sebagai penerima manfaat PIP di SMP Plus Assuyuthiyyah. Saya mengetahuinya setelah mengecek di aplikasi Sipintar. Di situ tertera nama anak saya tercatat sebagai penerima manfaat PIP," ujar Dadang, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, selama anaknya bersekolah hingga lulus dari SMP Plus Assuyuthiyyah, tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak sekolah terkait status penerima bantuan tersebut.
" Sama sekali tidak ada pemberitahuan. Bahkan saat dipertanyakan langsung kepada wali kelasnya, dijawab katanya tidak mendapatkan bantuan," ungkapnya.
Dadang juga menyampaikan kekecewaannya dalam bahasa Sunda.
" Ari nu sanes mah karengeng, anak abdi hungkul nu henteu kenging mah."
Ia menuturkan, setelah awak media menyampaikan keluhannya kepada pihak sekolah, keesokan harinya dirinya diminta datang ke sekolah dengan membawa buku Simpanan Pelajar (Simpel) atau buku rekening PIP.
" Setelah mengikuti arahan dari pihak sekolah, kami disuruh ke bank dengan membawa buku rekening PIP," katanya.
Saat ditanya apakah selama ini buku rekening PIP dipegang oleh penerima manfaat, Dadang menjelaskan bahwa buku tersebut selama ini berada di sekolah.
" Tidak. Selama ini buku rekening PIP tersimpan di sekolah. Setelah lulus SMP baru kami minta, karena kata guru SD anak saya, buku rekening PIP ini kasih tahu ke pihak sekolah SMP, sugan we menang deui bantuan PIP di SMP," bebernya menirukan ucapan guru SD anaknya.
Sementara itu, Kepala SMP Plus Assuyuthiyyah, Daarina Noor El Nadhrati, S.Pd., saat dikonfirmasi awak media menyatakan tidak dapat memberikan penjelasan terkait data siswa kepada pihak selain orang tua atau wali yang bersangkutan.
" Punten we panginten teu tiasa buka suara, kumargi bapak sanes orang tua wali. Kecuali aya orang tuana konfirmasi ka abdi, kitu panginten," ujar Daarina.
Meski demikian, ia menegaskan pihak sekolah tidak pernah mengambil hak siswa yang menjadi penerima manfaat PIP. Ia juga menyarankan agar dilakukan pengecekan langsung ke bank penyalur bantuan.
" Tapi di dieu mah tara nyandak upami teu aya siswana. Janten mangga we konfirmasi ka bank, dicek langsung, kitu panginten," tuturnya.
Daarina juga mempersilakan orang tua siswa untuk datang langsung ke sekolah apabila ingin memperoleh penjelasan lebih lanjut.
" Silakan orang tuanya datang ke sini langsung," pungkasnya.
Dang/Goesta