Puluhan Penerima Manfaat Kembali Pertanyakan Dana PIP, Mantan Kepala SDN Cipinang Belum Beri Tanggapan

suaracianjur.com
Juli 17, 2026 | 23:25 WIB Last Updated 2026-07-17T16:32:09Z
Foto: Dok. (AI/SC) Gambar ilustrasi Puluhan Penerima Manfaat Kembali Pertanyakan Dana PIP, Mantan Kepala SDN Cipinang Belum Beri Tanggapan

SUARA CIANJUR | CIKALONGKULON – Polemik penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Cipinang, Kecamatan Cikalongkulon, kembali mencuat. Sedikitnya 40 orang tua penerima manfaat mempertanyakan hak anak-anak mereka yang hingga kini disebut belum diterima, bahkan sebagian penerima telah lulus dari sekolah tersebut.

Munculnya kembali tuntutan para orang tua dipicu oleh langkah Kepala SDN Cipinang yang saat ini menjabat, Muhammad Kasim, yang berupaya menuntaskan persoalan penyaluran PIP pada masa kepemimpinannya.

Koordinator orang tua penerima manfaat, Herman, mengatakan upaya tersebut justru memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai nasib bantuan PIP yang berasal dari periode kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya.

"Setelah melihat kepala sekolah yang sekarang berupaya menyelesaikan persoalan PIP pada masa jabatannya dengan mendatangi rumah para penerima manfaat, kami juga mempertanyakan bagaimana pertanggungjawaban bantuan PIP pada masa kepala sekolah sebelumnya," ujar Herman, Jumat (17/7/2026).

Menurut Herman, kunjungan yang dilakukan kepala sekolah aktif membuat banyak orang tua kembali meminta kejelasan mengenai bantuan yang hingga kini belum mereka terima.

"Pak Kasim sudah datang menemui para penerima manfaat dan berusaha menyelesaikan persoalan di masa kepemimpinannya. Karena itu, banyak orang tua bertanya kepada saya mengenai bantuan PIP pada masa kepala sekolah sebelumnya yang sampai sekarang belum ada kejelasannya," kata Herman.

Ia menambahkan, para orang tua berencana mendatangi kediaman mantan kepala sekolah untuk meminta penjelasan secara langsung.

"Dalam waktu dekat kami akan mendatangi kediamannya untuk meminta penjelasan. Selama ini kami juga kesulitan menghubungi beliau karena nomor saya sudah diblokir," tuturnya.

Sebelumnya, Rici, guru SDN Cipinang yang namanya kerap disebut oleh sejumlah orang tua penerima manfaat, memberikan penjelasan saat dikonfirmasi awak media pada Kamis (16/7/2026).

Ia membenarkan bahwa selama ini dirinya bertugas mengantarkan dana bantuan PIP kepada orang tua siswa.

"Memang saya yang mengantarkan bantuan PIP dari rumah ke rumah kepada orang tua murid," ujarnya.

Saat ditanya mengenai keberadaan buku rekening atau buku Simpanan Pelajar (Simpel) milik penerima manfaat, Rici menyatakan buku tersebut selalu dikembalikan kepada orang tua setelah proses pencairan selesai.

"Setiap akan ada pencairan saya mengambil buku tabungan dari orang tua, lalu setelah selesai saya kembalikan lagi," katanya.

Namun ketika dikonfirmasi mengenai pengakuan sejumlah orang tua yang menyebut tidak pernah memegang buku rekening PIP, Rici mengatakan dirinya hanya menjalankan tugas membagikan dana sesuai arahan pimpinan saat itu.

"Saya hanya ditugasi membagikan uang PIP oleh pimpinan sesuai jumlah yang diberikan. Soal buku tabungan saya tidak tahu. Sekarang saya juga sudah tidak lagi mengurus PIP," ujarnya.

Rici juga memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat diingat oleh sejumlah orang tua mengenai dugaan buku tabungan yang hilang atau terbakar. Menurutnya, pernyataan tersebut bukan merujuk pada buku rekening PIP.

"Yang saya maksud waktu itu adalah berkas sekolah yang terbakar, bukan buku tabungan PIP," jelasnya.

Mengenai keberadaan buku rekening PIP saat ini, Rici mengaku tidak mengetahui. Ia menyebut pada masa itu pengelolaan administrasi PIP dilakukan oleh seorang petugas lain yang kini telah meninggal dunia.

"Saya setahu saya yang mengurus PIP waktu itu Pak Lanlan. Beliau masih saudara Pak Haji Jajat dan sekarang sudah almarhum," katanya.

Sementara itu, Kepala SDN Cipinang, Muhammad Kasim, menegaskan pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin memfasilitasi penyelesaian persoalan PIP yang terjadi sebelum dirinya menjabat.

Menurut Kasim, pihak sekolah telah mempertemukan mantan kepala sekolah dengan para orang tua penerima manfaat dalam forum yang turut dihadiri Camat, Koordinator Pendidikan (Koordik), dan Komite Sekolah.

"Kami sudah berupaya menjembatani penyelesaian masalah ini. Dalam pertemuan tersebut yang bersangkutan mengakui telah mencairkan dana bantuan, dan juga menyampaikan bahwa dana tersebut sudah habis dibagikan," ujar Kasim.

Ia menambahkan, persoalan enam penerima manfaat PIP pada masa kepemimpinannya telah diselesaikan melalui musyawarah bersama orang tua dan koordinasi dengan pihak bank.

"Permasalahannya bukan karena dananya sudah diambil orang lain, tetapi buku rekeningnya belum diketahui keberadaannya. Setelah berkoordinasi dengan bank dan bermusyawarah dengan para orang tua, disepakati untuk mengajukan pencetakan buku rekening baru agar hak para penerima manfaat dapat segera dicairkan," jelasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, H. Jajat selaku mantan Kepala SDN Cipinang belum memberikan tanggapan atas berbagai pernyataan yang disampaikan sejumlah narasumber. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui sambungan telepon maupun aplikasi WhatsApp belum memperoleh respons.

Goesta 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puluhan Penerima Manfaat Kembali Pertanyakan Dana PIP, Mantan Kepala SDN Cipinang Belum Beri Tanggapan

Trending Now

Iklan