| Foto: Dok. (Indra) Bantuan disalurkan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nagekeo Abdul Muthalib Abdurahman bersama sejumlah relawan. Paket yang dibagikan berisi sejumlah bahan pangan, antara lain beras, telur, mi instan, dan minyak goreng |
SUARA CIANJUR | NAGEKEO — Sebanyak 500 paket kebutuhan dasar disalurkan kepada warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026). Bantuan menyasar penyintas di Kecamatan Aesesa dan Kecamatan Wolowae yang masih menjalani pemulihan setelah bencana.
Bantuan tersebut disalurkan Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nagekeo Abdul Muthalib Abdurahman bersama sejumlah relawan. Paket yang dibagikan berisi sejumlah bahan pangan, antara lain beras, telur, mi instan, dan minyak goreng.
Penyaluran dilakukan di tengah kondisi sebagian warga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk pangan, air bersih, dan tempat tinggal yang layak.
Di antara warga terdampak, penyandang disabilitas menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Kerusakan rumah akibat gempa membuat sebagian dari mereka menghadapi hambatan tambahan dalam memenuhi kebutuhan maupun mengakses bantuan selama masa darurat.
Abdul Muthalib mengatakan kondisi penyandang disabilitas tidak bisa diperlakukan sama dengan penyintas lainnya karena terdapat kebutuhan pendampingan dan aksesibilitas yang berbeda.
“ Dalam keadaan darurat, setiap warga Nagekeo memiliki kebutuhan untuk bertahan hidup. Bagi penyandang disabilitas, sangat membutuhkan perhatian yang serius dan pendampingan yang tepat,” ujar Muthalib.
Menurut dia, perhatian terhadap kelompok rentan tidak cukup dilakukan melalui penyaluran bantuan pangan. Pendampingan juga diperlukan selama proses pemulihan agar penyandang disabilitas tidak semakin kesulitan mendapatkan bantuan maupun fasilitas dasar.
Kondisi warga pada malam hari juga menjadi persoalan tersendiri. Kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan membuat sebagian penyintas masih membutuhkan tempat yang aman serta dukungan untuk menghadapi situasi pascabencana.
Muthalib menilai bantuan pangan merupakan kebutuhan yang mendesak, tetapi pemulihan warga tidak berhenti setelah kebutuhan material terpenuhi. Dukungan sosial dan pendampingan, kata dia, tetap dibutuhkan sampai masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara lebih normal.
Penyaluran bantuan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan. Jika kebutuhan penyintas di Kecamatan Aesesa telah tertangani, bantuan dapat diarahkan ke wilayah lain di Kabupaten Nagekeo yang masih membutuhkan, termasuk kawasan pantai selatan.
" Dukungan masyarakat dan berbagai kelompok sosial tetap dibutuhkan untuk memastikan warga terdampak dapat melewati masa pemulihan dengan lebih kuat,” kata Muthalib.
Pemenuhan kebutuhan dasar, akses bantuan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi sejumlah persoalan yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan pascagempa. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan distribusi logistik, tetapi juga memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang memiliki kebutuhan khusus.
Indra