| Foto: Dok. (AI/SC) Gambar ilustrasi. Hindari Kerugian Berlanjut, Pemdes, BPD dan BUMDes Ciwalen Sepakati 800 Ayam Petelur Program Ketapang Dilelang |
SUARA CIANJUR | WARUNGKONDANG — Sebanyak 800 ekor ayam petelur program ketahanan pangan (Ketapang) yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Ciwalen, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, akhirnya dilelang. Langkah tersebut diambil pengelola setelah biaya pakan meningkat sementara harga telur di pasaran mengalami penurunan.
Kepala Desa Ciwalen, Dadang Sutisna, mengatakan keputusan pelelangan dilakukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar pada usaha peternakan ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ciwalen.
Keterangan tersebut disampaikan Dadang saat diwawancarai awak media Suara Cianjur, Senin (10/8/2026).
Menurut Dadang, sebelum keputusan pelelangan diambil, pihak BUMDes terlebih dahulu meminta pendapat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Pemerintah Desa Ciwalen terkait kondisi usaha yang terdampak kenaikan harga pakan serta penurunan harga telur di pasaran.
" Kenaikan harga pakan ternak yang tak kunjung turun, beriringan dengan merosotnya hasil telur dan turunnya harga telur di pasaran, membuat usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes harus cepat mengambil keputusan, dalam menghindari kerugian lebih besar," ujar Dadang.
Setelah dilakukan pembahasan antara Pemerintah Desa, BUMDes, dan BPD, keputusan akhirnya diambil untuk melelang seluruh ayam petelur yang masih tersisa.
" Ya sudah daripada nanti kita rugi terus kan buat apa dipertahankan, bikinlah berita acara untuk di jual dan nantinya akan dikembalikan ke usaha yang lain," jelas Dadang.
Dadang mengatakan kondisi usaha peternakan ayam petelur dengan persoalan serupa tidak hanya terjadi di Desa Ciwalen.
" Sanes desa ieu wae memang kondisi ayam petelur mah, kitu nya," katanya menggunakan bahasa daerah.
Ia menjelaskan, beban biaya pakan, upah pekerja, pendapatan dari penjualan telur, hingga penurunan harga telur menjadi faktor yang membuat usaha tersebut terus mengalami kerugian apabila dipertahankan.
" Dikalkulasi teh, sisa nanaon kitu nya, pekerja, dan pakan, kerugian na satu koma lima juta perbulan, upami di dipertahankeun nya bakal habis. Kesimpulan untuk menyelamatkanna, ya sudah di lelang saja," bebernya.
Dari proses pelelangan tersebut, kata Dadang, dana yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp30 juta. Nilai tersebut jauh di bawah modal awal program yang disebut mencapai ratusan juta rupiah.
" Dari hasil lelang terkumpul uang sebesar Rp. 30juta, sedangkan modal awal mencapai ratusan juta rupiah," ucapnya.
Sambung Dadang: "Hasil lelang terkumpul tiga puluh jutaan, segitu jumlah yang bisa terselamatkan".
Dadang menambahkan, uang hasil pelelangan tersebut untuk sementara masih diamankan oleh Bendahara BUMDes.
" Uangna masih diamankan di bendahara BUMDes," tutupnya.
(Dang)