Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Benahi Sistem Kerja dan Produktivitas

suaracianjur.com
Agustus 24, 2026 | 15:24 WIB Last Updated 2026-08-24T08:27:34Z
Foto: Dok. (BHK) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mendampingi 20 perusahaan sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan dalam memperbaiki sistem dan proses kerja selama September hingga November 2026

SUARA CIANJUR | JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mendampingi 20 perusahaan sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan dalam memperbaiki sistem dan proses kerja selama September hingga November 2026.

Program tersebut melibatkan sedikitnya 25 spesialis produktivitas, 20 instruktur, dan 20 peserta pemagangan nasional. Pendampingan dilakukan dengan mengidentifikasi persoalan produktivitas di masing-masing perusahaan, kemudian menyusun dan menerapkan langkah perbaikan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, peningkatan produktivitas tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Perbaikan juga harus mencakup tata kelola dan proses kerja.

“ Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat,” ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (23/8/2026).

Pendampingan menggunakan pendekatan company-based productivity improvement. Tahapannya dimulai dengan pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas, dilanjutkan dengan identifikasi akar masalah, penyusunan rencana perbaikan, penerapan langkah perbaikan, serta pemantauan dan evaluasi hasil.

Intervensi akan disesuaikan dengan persoalan yang ditemukan pada masing-masing perusahaan. Bentuknya antara lain perbaikan efisiensi proses kerja, peningkatan kualitas layanan, pengurangan pemborosan, penataan tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, digitalisasi proses, serta peningkatan kualitas produksi dan pelayanan.

Dalam program tersebut, peserta pemagangan nasional juga dilibatkan untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai proses peningkatan produktivitas di lingkungan kerja.

Peserta berinteraksi dengan perusahaan, instruktur, dan spesialis produktivitas selama proses pendampingan berlangsung.

“ Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas, dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Yassierli.

Menurut Yassierli, peningkatan produktivitas menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar tenaga kerja, dan target Indonesia Emas 2045. Produktivitas, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan ukuran kinerja perusahaan, tetapi juga perlu menjadi bagian dari budaya kerja.

Program yang berlangsung selama tiga bulan tersebut diharapkan menghasilkan model pendampingan peningkatan produktivitas yang dapat diukur dan diterapkan pada perusahaan lain.

Red
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan Benahi Sistem Kerja dan Produktivitas

Trending Now

Iklan