Transparansi Gizi Menu MBG, Ahli Gizi Sukanagara 1 Catat Risiko Minyak Berlebih dan Natrium

suaracianjur.com
Agustus 27, 2026 | 10:48 WIB Last Updated 2026-08-27T03:51:42Z
Foto: Dok. (Agus Prabu/SPPG Sukanagara 1) Pada periode ini, paket MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat terdiri dari lima item: potato wedges, dimsum ayam, tahu goreng, kol rebus, dan buah jeruk

SUARA CIANJUR | SUKANAGARA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukanagara 1 mempublikasikan rincian menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Rabu, 27 Agustus 2026. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari pelaksanaan instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) terkait keterbukaan informasi publik.

Pada periode ini, paket MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat terdiri dari lima item: potato wedges, dimsum ayam, tahu goreng, kol rebus, dan buah jeruk.

Ahli gizi SPPG Sukanagara 1, Sifa Adawiyah, A.Md.Gz., menjelaskan kombinasi tersebut dirancang untuk memenuhi variasi zat gizi makro dan mikro.

Menurutnya, dimsum ayam berfungsi sebagai sumber protein hewani untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, sementara tahu goreng menjadi pelengkap protein nabati dari kedelai yang juga mengandung zat besi dan kalsium. Kol rebus berperan sebagai sumber serat dan mikronutrien.

Namun, Sifa memberikan sejumlah catatan kritis terkait metode pengolahan menu tersebut.

Terkait komponen karbohidrat utama, ia menyatakan: " Potato wedges merupakan sumber utama karbohidrat dalam menu ini. Kentang juga mengandung serat, vitamin C, vitamin B6, kalium, dan sejumlah mineral. Cara pengolahan perlu diperhatikan karena penggunaan minyak dalam jumlah banyak dapat meningkatkan kandungan lemak dan kalori," terang Sifa.

Catatan serupa diberikan pada dimsum ayam. Selain protein, kulit dimsum menyumbang karbohidrat, tetapi kadar garamnya perlu dikendalikan.

" Dimsum juga dapat memberikan karbohidrat dari kulit pembungkusnya. Namun, kandungan natrium dan lemaknya perlu diperhatikan, terutama jika dimsum menggunakan banyak garam, saus, atau bahan tambahan lainnya," sambung Sifa.

Untuk komponen sayuran dan buah, kol rebus dinilai membantu menjaga asupan air, serat, vitamin C, vitamin K, dan antioksidan, dengan syarat durasi perebusan tidak terlalu lama. Sementara jeruk menjadi penyeimbang dalam penyerapan zat besi.

" Sebagai pelengkap, buah jeruk menjadi sumber vitamin dan mineral, terutama vitamin C. Jeruk juga mengandung serat, folat, kalium, air, serta senyawa antioksidan. Kandungan vitamin C pada jeruk dapat mendukung fungsi sistem imun dan membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari sumber pangan nabati, seperti tahu dan sayuran," jelasnya.

Secara umum, Sifa menilai komposisi menu sudah saling melengkapi antara karbohidrat dari kentang, protein hewani-nabati dari ayam dan tahu, serta serat dan mikronutrien dari kol dan jeruk. Namun, keseimbangan gizi masih sangat bergantung pada teknis di dapur.

" Menu MBG yang terdiri dari potato wedges, dimsum ayam, tahu goreng, kol rebus, dan jeruk dapat menjadi kombinasi yang cukup beragam dan saling melengkapi secara gizi. Kentang menyediakan energi, ayam dan tahu menyediakan protein, sedangkan kol dan jeruk memperkaya menu dengan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Untuk membuat menu semakin seimbang, perhatian utama sebaiknya diberikan pada jumlah minyak saat menggoreng serta kandungan garam pada dimsum dan bumbu. Porsi sayuran dan buah juga perlu dipertahankan agar asupan serat dan mikronutrien tetap mencukupi," bebernya.

Ia menegaskan, analisis yang disampaikan masih bersifat kualitatif. Nilai gizi presisi belum dapat ditetapkan tanpa data takaran baku.

" Untuk menghitung energi, protein, lemak, dan karbohidrat secara lebih akurat, diperlukan berat masing-masing makanan dalam gram".

Publikasi kandungan gizi ini menjadi bagian dari kewajiban akuntabilitas SPPG kepada publik, di tengah sorotan terhadap kualitas dan transparansi program MBG di daerah.

Reporter: Agus Prabu
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Transparansi Gizi Menu MBG, Ahli Gizi Sukanagara 1 Catat Risiko Minyak Berlebih dan Natrium

Trending Now

Iklan