BNNP Jabar Hidupkan Kawih Sinom Sebagai Senjata Lawan Narkoba di Kalangan Pelajar

suaracianjur.com
September 04, 2026 | 16:39 WIB Last Updated 2026-09-04T09:43:15Z
Foto: Dok. (Dede/Arkam) Perang melawan narkoba tak melulu soal penindakan. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) menempuh jalur kebudayaan dengan menggelar Pasanggiri Agung Kawih Sinom bertema “Narkoba Musuh Bangsa”

SUARA CIANJUR | BANDUNG - Perang melawan narkoba tak melulu soal penindakan. Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) menempuh jalur kebudayaan dengan menggelar Pasanggiri Agung Kawih Sinom bertema “Narkoba Musuh Bangsa”.

Langkah ini menjadi strategi untuk mengakar-kan kampanye antinarkoba di kalangan generasi muda melalui seni tradisi Sunda.

Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si. menegaskan, ajang ini sengaja dirancang lebih dari sekadar kompetisi seremonial.

" Pesan yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat terus dibawa peserta ke lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat," terang Sulistyo, Jumat (4/9/2026) pada kegiatan Pasanggiri Agung Kawih Sinom.

Karya yang dilombakan merupakan ciptaan Sulistyo Pudjo Hartono sendiri. Proses pendaftaran dan pengiriman karya digelar secara daring pada 10–31 Agustus 2026.

Animo peserta terbilang tinggi. Hingga masa seleksi pada 2 September 2026, panitia mencatat 182 peserta dari dua kategori, yakni pelajar dan umum. Dari jumlah tersebut, dewan juri menyaring 16 finalis terbaik — delapan dari kategori pelajar dan delapan dari kategori umum — yang akan bertarung di babak puncak pada 14 September 2026 mendatang.

Menurut Sulistyo, Kawih Sinom dipilih karena diyakini menjadi medium edukasi yang efektif sekaligus ruang ekspresi positif bagi generasi muda untuk membangun kesadaran kolektif akan bahaya laten narkotika.

" Kawih Sinom diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Pesan yang terkandung di dalamnya diharapkan dapat terus dibawa peserta ke lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat," katanya.

Tak berhenti di panggung pasanggiri, BNNP Jabar saat ini tengah memproses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas karya tersebut. Selanjutnya, karya itu akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dikaji sebagai materi edukasi dan muatan lokal di sekolah-sekolah.

Inisiatif ini menegaskan paradigma baru, bahwa ketahanan terhadap narkoba dapat dibangun kokoh dengan mengoptimalkan kekuatan budaya lokal sebagai benteng pencegahan.

Dede/Arkam
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • BNNP Jabar Hidupkan Kawih Sinom Sebagai Senjata Lawan Narkoba di Kalangan Pelajar

Trending Now

Iklan