| Foto: Dok. (Indra SC) Sebanyak 14 siswa SMP Swasta SCBC di Desa Malati, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, harus belajar di ruang kelas berlantai tanah. Kondisi itu baru ditangani setelah ramai menjadi sorotan |
SUARA CIANJUR | NARINGGUL - Sebanyak 14 siswa SMP Swasta SCBC di Desa Malati, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, harus belajar di ruang kelas berlantai tanah. Kondisi itu baru ditangani setelah ramai menjadi sorotan.
Pemindahan baru dilakukan setelah Bupati Cianjur Mohammad Wahyu, Ketua TP PKK dr. Najmah Nur Islami, dan Kepala Disdikpora Ruhli Solehudin meninjau lokasi pada Selasa (1/9/2026).
Selama ini, belasan siswa tersebut menjalani kegiatan belajar mengajar di kelas jauh SMP SCBC dengan fasilitas yang jauh dari kata layak. Pemerintah Kabupaten Cianjur akhirnya memindahkan mereka ke gedung milik pemerintah terdekat.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Ipan Sopandi, mengklaim pemindahan ini merupakan arahan bupati.
“ Sesuai dengan arahan Pak Bupati, Pemerintah Kabupaten Cianjur mengambil langkah. Kami akan memindahkan kegiatan belajar mengajar ke ruang kelas milik pemerintah yang terdekat, agar anak-anak dapat belajar di tempat yang lebih layak, aman, dan nyaman,” kata Ipan, Jumat (4/9/2026).
Ipan menyebut 14 siswa tersebut mulai belajar di lokasi baru sejak Rabu (2/9/2026). Langkah itu diambil karena di kawasan Malati memang tidak tersedia SMP Negeri.
Pemerintah daerah berdalih menggunakan gedung pemerintah atau sekolah terdekat sebagai solusi sementara.
“ Karena tidak ada sekolah jenjang SMP di daerah tersebut, sesuai arahan Pak Bupati pembelajaran dipindahkan ke gedung pemerintah atau sekolah terdekat yang layak. Kami juga akan mengusulkan bantuan RKB kepada pemerintah pusat sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang berlaku,” ujar Ipan.
Rencana pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) disebut akan diusulkan ke pemerintah pusat. Namun hingga kini belum ada kepastian waktu realisasinya. Sementara itu, 14 siswa terpaksa menumpang belajar di fasilitas darurat.
Indra