SUARA CIANJUR | WARUNGKONDANG - Pemotongan alokasi Dana Desa tahun anggaran 2026 sebesar 58,03 persen berdampak langsung pada pembangunan di tingkat desa. Kebijakan yang disebut untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN) itu membuat sejumlah desa kini hanya mengandalkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan program sisa dari tahun anggaran sebelumnya.
Kondisi tersebut dirasakan Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur. Pemerintah desa memastikan tidak ada lagi pembangunan infrastruktur baru pada tahun ini.
Hal itu disampaikan Sekretaris Desa Bunikasih, Ade Mochamas Firman, A.Ma. Ia menyebut pasca pemotongan, seluruh fokus pembangunan fisik terhenti.
"Ya untuk saat ini tidak ada pembangunan infrastruktur di desa," ujar Ade kepada SUARA CIANJUR, Kamis (9/3/2026).
Menurutnya, pemerintah desa saat ini hanya bersandar pada program yang didanai Dana Desa tahun sebelumnya agar roda perekonomian desa tetap berjalan.
"Paling desa bersandar pada program sebelumnya, ya seperti program Ketapang (Ketahanan Pangan)," kata Ade.
Ia menambahkan, program kerja yang menggunakan Dana Desa tahun anggaran sebelumnya masih berjalan dan memberikan hasil bagi masyarakat.
"Program kerja Desa Bunikasih yang menggunakan dana desa tahun anggaran sebelumnya alhamdulillah masih berjalan dan menghasilkan," pungkasnya.
Arkam