| Foto: Dok. (AI SC/HN) Mantan Deputi Basarnas era Presiden Joko Widodo, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin, menegaskan hanya ada satu keputusan yang dapat menyelesaikan operasi SAR secara tuntas |
SUARA CIANJUR | BANJARMASIN - Tim SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan masih melakukan pencarian korban dan bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 hingga saat ini. Dari total 243 penumpang, sebanyak 114 orang telah dievakuasi. Rinciannya, 108 orang dalam kondisi selamat, 6 orang dinyatakan meninggal dunia, dan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dikutip dari Inlink.id Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya pada acara peresmian LRT Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tersebut. Ia juga memanjatkan doa agar keluarga korban diberikan ketabahan.
"Dalam kesempatan ini, tentunya kita selalu ingat saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Yang terakhir kapal Virgo di Banjarmasin. Dan kita selalu berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keteguhan," kata Prabowo, Selasa (16/9/2026).
Prabowo memastikan pemerintah pusat akan terus mengawal penanganan kecelakaan KM Virgo. Investigasi menyeluruh akan didorong untuk mengungkap penyebab kejadian.
"Kita akan terus melakukan investigasi, meneliti apa penyebab dari kejadian tersebut supaya di masa depan kita lebih bisa melakukan mitigasi dan dapat mengambil langkah-langkah yang terbaik," ujarnya.
Di sisi lain, mantan Deputi Basarnas era Presiden Joko Widodo, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin, menegaskan hanya ada satu keputusan yang dapat menyelesaikan operasi SAR secara tuntas.
| Foto: Dok. (AI SC/HN) Mantan Deputi Basarnas era Presiden Joko Widodo, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin, menegaskan hanya ada satu keputusan yang dapat menyelesaikan operasi SAR secara tuntas |
"Kapal harus dibalikkan dan yang lebih baik diangkat, sehingga operasi bisa dilanjutkan, khususnya oleh para penyelam, untuk menemukan penumpang yang terjebak di dalam ruangan, seperti ruang VIP, ruang ekonomi, maupun yang tertindih barang-barang, sehingga operasi akan jelas waktunya," kata Jenderal Tatang, Jumat (17/9/2026).
Menurutnya, operasi SAR baru dapat dinyatakan selesai apabila seluruh korban telah ditemukan.
"Bila semua telah ditemukan, maka operasi SAR bisa dinyatakan selesai. Namun, bila belum maksimal karena jumlahnya belum sesuai, maka operasi SAR masih bisa diperpanjang sesuai SOP," jelasnya.
Ia menambahkan, perpanjangan operasi dapat dihentikan jika sudah maksimal dan tidak ada lagi indikasi keberadaan korban di dalam kapal maupun di radius pencarian.
Namun, kata Jenderal Tatang, selama kapal belum berhasil diangkat seperti kondisi saat ini, maka operasi akan berjalan tanpa kepastian waktu.
"Dengan kondisi seperti itu, tidak mungkin dengan alasan apa pun operasi SAR ditutup," tandasnya.
Reporter: HN