Sembako Tahunan Yayasan Bumi Tri Dharma Sasar Dua RT di Gunung Putri

suaracianjur.com
September 06, 2026 | 16:27 WIB Last Updated 2026-09-06T09:31:50Z
Foto: Dok. (Indra SC) Sebanyak 248 warga Kampung Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur menerima paket sembako dari Yayasan Bumi Tri Dharma, Minggu, 6 September 2026


SUARA CIANJUR | CIPANAS RAYA - Sebanyak 248 warga Kampung Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur menerima paket sembako dari Yayasan Bumi Tri Dharma, Minggu, 6 September 2026.

Penerima berasal dari dua wilayah di RW 07, yakni 120 warga RT 05 dan 128 warga RT 01. Penyaluran dirangkaikan dengan kegiatan persembahyangan tahunan yayasan.

Wakil Ketua Yayasan Bumi Tri Dharma, Hendri, menyebut persembahyangan menjadi agenda inti. Kegiatan tersebut ditujukan untuk keluarga jemaat dan untuk mendoakan arwah yang tidak lagi diurus keluarga.

"Agenda utama hari ini persembahyangan untuk keluarga maupun mendoakan arwah-arwah yang tidak diurus oleh keluarganya," kata Hendri.

Yayasan berupaya menjadikan pembagian sembako sebagai agenda rutin, meski realisasinya tidak lepas dari ketersediaan donatur.

"Untuk pembagian sembako kami usahakan setiap tahun. Namun, pelaksanaannya bergantung pada donatur," ujarnya.

Menurut Hendri, pada tahun ini dukungan donatur memungkinkan penyaluran tetap berjalan. Jumlah dan bentuk bantuan menyesuaikan dengan donasi yang terhimpun.

Persembahyangan diikuti lebih dari 200 jemaat dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Cianjur, dan Banten. Jumlah tersebut belum kembali ke capaian sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai sekitar 300 orang. Selama pandemi, kegiatan dibatasi dan hanya dilakukan pengurus.

Aktivitas di lokasi itu, kata Hendri, telah berjalan puluhan tahun. Yayasan sendiri berdiri sejak 1979 dan mulai aktif pada era 1990-an.

"Kalau kegiatan ini sudah lebih dari 30 tahun. Yayasan didirikan pada 1979, kemudian mulai benar-benar berjalan sekitar tahun 1990-an," kata Hendri.

Warga penerima menilai bantuan tersebut membantu kebutuhan harian. Ketua Kampung Gunung Putri RW 07, Acep, membenarkan warga di wilayahnya menjadi penerima.

Hendri menegaskan lokasi Yayasan Bumi Tri Dharma bukan rumah ibadah yang menggelar ritual harian atau mingguan. Fungsinya sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, dengan persembahyangan yang hanya digelar sekitar lima kali dalam setahun.

"Kalau disebut wihara, berarti ada kegiatan kebaktian atau persembahyangan rutin. Di sini persembahyangan hanya dilakukan beberapa kali dalam setahun," ujarnya.

Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas jika dukungan donatur bertambah dan kondisi ekonomi membaik.

"Kami berharap ke depan kegiatan bisa lebih besar, baik persembahyangannya maupun pembagian sembakonya. Mudah-mudahan donatur makin banyak dan kondisi ekonomi juga semakin membaik," kata Hendri.

Indra
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sembako Tahunan Yayasan Bumi Tri Dharma Sasar Dua RT di Gunung Putri

Trending Now

Iklan