Tinggal Seorang Diri, Perantau Majalengka Ditemukan Tewas di Cirumput

suaracianjur.com
Oktober 13, 2026 | 15:04 WIB Last Updated 2026-10-13T08:10:20Z
Foto: Dok. (DW- SC) Jenazah Almarhum yang di duga Erik perantau asal Majalengka saat di evakuasi Petugas 

SUARA CIANJUR | CUGENANG – Seorang perantau asal Majalengka yang tinggal seorang diri ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakannya di Kampung Lebak Saat RT 005/RW 002, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Senin (12/10/2026) sore.

Korban diketahui bernama Erik (53), sehari-hari beraktivitas sebagai petani kebun. Ia menetap di Cirumput seorang diri pascagempa Cianjur.

Jasadnya baru diketahui setelah tiga hari tidak terlihat beraktivitas. Kecurigaan muncul karena korban yang biasanya rutin berkebun mendadak tidak keluar rumah, disertai bau menyengat dari dalam kontrakan.

Seorang tetangga, Pak Asep, kemudian melapor kepada Ketua RT setempat. Warga bersama aparat desa lalu membuka paksa pintu kontrakan sekitar pukul 16.00 WIB. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam dengan kondisi tubuh yang sudah membusuk.

Kepala Desa Cirumput, Beni Irawan, S.H., membenarkan kronologi tersebut. Ia menerima laporan dari Ketua RT pada Senin sore.

"Pada Senin kemarin, Pak RT menyampaikan bahwa almarhum biasanya berkebun. Namun, selama tiga hari tidak terlihat keluar. Tetangganya, Pak Asep, kemudian menanyakan keberadaan korban kepada Pak RT," ujar Beni saat diwawancarai, Selasa (13/10/2026).
Foto: Dok. (DW SC) Kepala Desa Cirumput, Beni Irawan, S.H., membenarkan kronologi tersebut. Ia menerima laporan dari Ketua RT pada Senin sore

Setelah menerima laporan dan mencium bau menyengat dari kontrakan, pemerintah desa berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Polsek Cugenang.

“Kami kemudian datang ke lokasi bersama unsur terkait. Setelah kontrakan dibuka, ternyata almarhum sudah meninggal dunia," katanya.

Beni mengungkapkan, semasa hidup korban sempat mengeluhkan penyakit gula atau diabetes. Ketua RT bahkan sempat menyarankan korban berobat ke rumah sakit.

"Pak RT sempat menyarankan agar almarhum berobat. Terkait pembiayaan, kami dari pemerintah desa siap membantu mengupayakan agar beliau bisa mendapatkan pengobatan,” ucapnya.

Namun, korban yang tinggal seorang diri itu diketahui belum sempat menjalani pengobatan. Riwayat penyakit tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Foto: Dok. (DW SC) Kanit Reskrim Polsek Cugenang, Ipda Muslikhan, S.H., M.H., menyampaikan keluarga menolak autopsi

Pemerintah desa kemudian menyiapkan ambulans untuk membawa jenazah ke rumah sakit guna pemeriksaan awal. Pihak desa juga menghubungi keluarga korban di Majalengka. Diketahui, anak korban saat ini bekerja di Korea Selatan.

"Setelah kami mengantarkan almarhum menggunakan ambulans desa untuk menjalani pemeriksaan, informasi yang kami terima, jenazah sudah diambil oleh pihak keluarga di Majalengka sekitar pukul 04.00 WIB pada Selasa dini hari," bebernya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cugenang, Ipda Muslikhan, S.H., M.H., menyampaikan keluarga menolak autopsi.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi karena menerima bahwa almarhum meninggal akibat sakit," ujarnya.

Polisi menyebut penyebab pasti kematian tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan riwayat penyakit.

Reporter: DW
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tinggal Seorang Diri, Perantau Majalengka Ditemukan Tewas di Cirumput

Trending Now

Iklan