Melalui Pelatihan bahan pangan, Seorang Ibu Rumah Tangga Dedikasikan Diri dorong Penyintas Gempa untuk berwirausaha

suaracianjur.com
Mei 12, 2024 | 19:37 WIB Last Updated 2024-05-12T12:44:45Z
Foto: Dok. Suara cianjur. Rina sa'at memberikan pelatihan membuat tempe godong kepada Ibu-Ibu penyintas gempa

SUARA CIANJUR | CIANJUR - Ditengah carut marut dan simpang siur mengenai pencairan bantuan stimulan tahap IV untuk korban gempa bumi Cianjur, Seorang Ibu rumah tangga Rina Wahyuningsih (44) Warga Mekarsari Regency bekerja nyata bantu para penyintas gempa.

Mbak Rina begitu sapaannya, Ia dari awal pasca gempa 21 November 2022 sudah bergerak membantu warga terdampak. Minggu, (12/5/2024).

Kiprahnya menjadi relawan didorong rasa kepedulian pada sesama, kini Ia mendorong warga penyintas untuk menata kembali kehidupan dengan memotivasi warga untuk berwirausaha.

Ia memberi pelatihan produksi tempe daun rumahan (Tempe Godong) bagi warga terdampak gempa, bukan hanya di kecamatan cugenang saja tapi kecamatan lain yang turut terdampak.
Foto: Dok. Suara Cianjur. Gambar produk tempe godong produk warga penyintas gempa 

"Sa'at ini kami masih sering kelapangan dan masih dipercaya beberapa kawan-kawan untuk menyalurkan bantuan obat-obatan dan jenis bantuan lain nya kepada mereka penyintas gempa," ujar Rina kepada awak media Suara Cianjur.

Sambungnya, saya melihat banyak sekali warga korban gempa kehilangan mata pencaharian, contoh nya seperti di kampung garogol selatan cugenang, lebih dari 40 kepala keluarga kehilangan mata pencaharian, kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai buruh tani, pasca gempa sawah mereka rusak akibat gempa.

"Terasering sawah mereka rusak, untuk memperbaiki sengkedan sawah yang rusak memerlukan biaya yang tidak sedikit, disitu saya mencoba kenapa tidak kita berikan pelatihan memproduksi tempe godong rumahan, hasilnya bisa mereka jual untuk memenuhi kebutuhan harian mereka," jelasnya.

Ia juga menjelaskan kenapa harus tempe godong, tempe godong merupakan bahan pangan berbahan dasar kedelai dibungkus dengan daun jati, karena didaerah asal saya banyak daun jati, kalau di cianjur bisa diganti dengan daun pisang, saya ingin memberi sentuhan yang berbeda, membuat tempe beda dari yang lain, tempe yang sehat bebas kimia, disini tempe kebanyakan dibungkus pakai plastik, tempe selain sehat untuk dikonsumsi harganya pun sangat terjangkau dan disukai semua kalangan.
Foto: Dok. Suara Cianjur, Anak-Anak Santri sudah mampu membuat tempe 

"Manfaat dari Tempe
meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah osteoporosis, mengobati diare, menjaga kesehatan jantung, mencegah penyakit jantung coroner, mencegah berbagai penyakit saluran pencernaan, mencegah kanker, mencegah anemia," paparnya.

Lanjut Rina; "Umumnya suatu pelatihan harus datang kesuatu tempat, kalau ini berbeda kita yang mendatangi mereka dengan dana sendiri, saya tidak menggandeng siapapun, masih murni biaya sendiri," terangnya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan terkait pemasaran, harus dilihat secara berkala dan kita masih harus bantu pemasarannya. Mereka bisa memproduksi tempe sendiri saja sudah girang sekali, sementara saya bantu promosikan produk tempe ini ears to ears atau mulut ke mulut, lalu saya berikan contact person salah satu warga yg pernah saya latih, mungkin media bisa bantu dari segi pemasaran nya.

Terakhir Ia berharap, selain mandiri warga penyintas gempa juga harus bangkit menciptakan lapangan pekerjaan, berwirausaha.

"Untuk jangka panjangnya saya berencana menggandeng salah satu lembaga untuk membuat kampung wisata, menjadi destinasi wisata yang memiliki produk unggulan, yaitu tempe godong, alhamdulillah sejauh ini antusias warga penyintas gempa sangat tinggi dan aktivitas sayapun didukung oleh Suami," tutupnya.

(Arkam)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Melalui Pelatihan bahan pangan, Seorang Ibu Rumah Tangga Dedikasikan Diri dorong Penyintas Gempa untuk berwirausaha

Trending Now

Iklan