Misteri Peserta Didik Fiktif di SMP IT Daar EL Mumtaaz, Orang Tua dan Pihak SDN Mande 6 Mengaku Tidak Pernah Daftarkan Iqbal, Silumankah yang Mendaftarkan?

suaracianjur.com
Februari 04, 2026 | 00:20 WIB Last Updated 2026-02-03T17:23:33Z
Foto: Dok. (Goesta/Rafli) Misteri Peserta Didik Fiktif di SMP IT Daar EL Mumtaaz, Orang Tua dan Pihak SDN Mande 6 Mengaku Tidak Pernah Daftarkan Iqbal, Silumankah yang Mendaftarkan?

SUARA CIANJUR | CIANJUR - Misteri peserta didik fiktif di satuan pendidikan SMP IT Daar EL Mumtaaz masih menjadi misteri, pasalnya pihak orang tua dan pihak SDN Mande 6 tempat dimana Muhammad Iqbal Wahyudin mengenyam pendidikan sekolah dasar sampai kelas V, keduanya mengaku tidak pernah mendaftarkan yang bersangkutan ke SMP IT Daar EL Mumtaaz, lalu siapakah yang mendaftarkan Iqbal? mungkinkah siluman?.

Hal tersebut dapat terurai manakala Disdikpora Kabupaten Cianjur bersama Jajarannya serius turun tangan menuntaskan permasalahan dugaan peserta didik fiktif tersebut, ini bukan tentang permasalahan kecil, ini menyangkut dunia pendidikan Cianjur yang diharapkan kedepannya mencetak generasi emas, dan diharapkan dapat meningkatkan IPM di Kabupaten Cianjur.

Tuntutan keseriusan Disdikpora adalah menjadi hal yang wajib, dan itu sejalan dengan yang diinginkan oleh Siti Aminah selaku orang tua kandung Muhammad Iqbal Wahyudin yang data pribadinya digunakan SMP IT Daar EL Mumtaaz tanpa izin.

" Saya, selaku orang tuanya hanya ingin mengetahui siapa yang telah mendaftarkan Muhammad Iqbal Wahyudin di SMP IT Daar EL Mumtaaz, soalnya kami tidak pernah mendaftarkannya, setelah berhenti sekolah di kelas V SD, Iqbal keseharian beraktivitas bekerja mencari ikan, tidak pernah sekolah dirumah, maupun beraktivitas belajar mengajar di sekolah manapun," ujar Siti Aminah, Selasa (3/2/2026).

" Saya merasa tidak enak dengan kejadian ini, saya tidak terima," tandasnya.

Lanjut Siti Aminah, pasca mencuatnya permasalahan anaknya ke publik, ada pihak SMP IT Daar EL Mumtaaz yang datang ke rumahnya.

" Mereka datang ke rumah meminta persoalan ini jangan di perpanjang, mereka juga mengatakan kalau mau diambil dana bantuan PIPnya Iqbal, tinggal ambil saja di BRI," katanya menirukan ucapan pihak SMP IT Daar EL Mumtaaz yang datang ke rumahnya.

" Tawaran dari SMP IT Daar EL Mumtaaz kami tolak, karena kami merasa itu bukan hak kami, Iqbal sendiri keluar dari SDN Mande 6 waktu kelas V, tahun 2022," ungkapnya.

Siti Aminah menambahkan. Iqbal ini anak yang berkebutuhan khusus, di sekolah dasar sering di hareureuyan sama temannya, saat ditanya kenapa tidak mau sekolah lagi, Iqbal tidak menjawab, dia membisu sambil memegang kepalanya.

Berhentinya Muhammad Iqbal Wahyudin sebagai peserta didik di SDN Mande 6, juga di tegaskan oleh Elo, seorang Guru di sekolah dasar tersebut.

" Kami tidak pernah mendaftarkan Iqbal ke SMP IT Daar El Mumtaaz, justru kemarin juga kami kaget saat pertama kali mengetahui Iqbal terdaftar di SMP IT Daar El Mumtaaz, bagaimana mungkin pihak SDN bisa mendaftarkan Iqbal ijazahnya juga belum beres dan belum tentu Iqbal mendapatkan ijazah SD," terang Elo.

Sebelumnya, penjelasan serupa disampaikan Pipih selaku Kepala SDN Mande 6, menanggapi permasalahan tercatatnya Iqbal sebagai peserta didik di SMP IT Daar EL Mumtaaz, ia menyampaikan:

" Justru kami kaget, kok data Iqbal ada di sekolah lain, padahal resmi secara kelembagaan Iqbal tidak pernah datang untuk menandatangani atau sidik jari ijazah, sehingga sampai sekarangpun tidak pernah di ambil ijazahnya," jelas Pipih.

Sementara itu, Irvan Maulana selaku Kepala SMP IT Daar El Mumtaaz saat dikonfirmasi awak media mengatakan.

" Kalau memang mau memperjuangkan anak anak hayu kita bareng bareng, dan masalah anak tersebut kami tidak tahu, karena OP sekolah ini keluar dan hp nya pun tidak bisa di hubungi, kita juga sedang pusing, tentang guru yang ikut PPG, sementara operator tidak ada," tutur Irfan saat di konfirmasi awak media terkait dugaan data fiktif peserta didik di SMP IT EL Mumtaaz. Selasa (27/1/2026).

" Jadi kalau memang bapak mau membantu anak tersebut, kami siap dan kita musyawarahkan, tindakan saya sekarang akan datang ke anak tersebut, kalau memang ada haknya mari kita sampaikan pada yang bersangkutan, tapi saya minta dulu alamatnya, kalau bapak menanyakan data, saya tidak tahu, karena operator sekolah ini keluar dan tidak bisa di hubungi," tandasnya.

Terpisah, Helmi Halimudin, S.Pd., M.Si. Kabid SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur berjanji akan menindaklanjuti persoalan dugaan peserta didik fiktif dan PIP di SMP IT Daar EL Mumtaaz Karangtengah. Hal tersebut ia sampaikan dalam sesi wawancara dengan awak media melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp. 

" Ini kan saya baru dapet sekarang ya, gini, saya baru dapat nih yang jelas kita gini, kita kan pasti klarifikasi dulu, kita panggil dulu, kita periksa dulu, baru saya bisa berstatemen ya," ujar Helmi, Jumat (30/1/2026).

" Kita kan baru dapat nih informasinya hari ini loh, kita sekarang juga langsung kita cek-cek gitu di dapodiknya, diitu ininya gitu gitu kan, kita kan harus hati-hati dulu, ke bisi saya salah, tapi kan ini saya respon, saya pegang data ini, saya pegang data ini ya, untuk kita apa? periksa dulu, kita juga punya dapodik ya di kabupaten," katanya.

Lanjut Helmi: " Kita cek, oke kita nanti sondingkan dengan yang ada disitu, dan kita panggil gitu dulu, mungkin untuk sementara mah ya abdi nanti misalkan sudah saya kroscek saya baru berani berstatemen ya, yang jelas laporan ini saya terima dulu, dan saya jelas akan tindak lanjuti gitu ya, akan tindak lanjuti langsung," tandasnya akan menindak lanjuti persoalan di SMP swasta tersebut.

Goesta/Rafli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Misteri Peserta Didik Fiktif di SMP IT Daar EL Mumtaaz, Orang Tua dan Pihak SDN Mande 6 Mengaku Tidak Pernah Daftarkan Iqbal, Silumankah yang Mendaftarkan?

Trending Now

Iklan