| Foto: Dok. (Goesta) Item Barangnya Belum Diterima, Orang Tua Murid di SMKN 1 Bojongpicung Minta Uang Pungutan Dikembalikan |
SUARA CIANJUR | BOJONGPICUNG - Diduga Kepala Jurusan dan Wali Kelas di SMKN 1 Bojongpicung mengutip pungutan sebesar Rp. 400.000,- dari setiap peserta didik jurusan teknik otomotif, menurut keterangan dari para orang tua murid, uang pungutan tersebut diperuntukkan untuk pengadaan beberapa item kelengkapan, diantaranya: Pengadaan seragam praktek, topi dan sepatu.
Hasil penelusuran awak media, mencuatnya permasalahan pungutan tersebut di karenakan 1 dari 3 item yang di janjikan kepala jurusan kepada anak didiknya sampai saat ini belum mereka terima, yang notabene peserta didik jurusan teknik otomotif dalam waktu dekat akan segera lulus.
Seperti yang dikeluhkan oleh BI (Inisial -red) salah satu orang tua murid peserta didik di SMKN 1 Bojongpicung jurusan teknik otomotif.
" Pada waktu itu, semua peserta didik dari jurusan teknik otomotif, tidak terkecuali anak saya dikutip pungutan sebesar Rp. 400.000,- yang katanya untuk pengadaan seragam praktek, topi, dan sepatu," jelas BI, Kamis (2/4/2026).
" Tapi sayang apa yang dijanjikan Gurunya itu sampai saat ini, anak saya mau lulus dari SMKN 1 Bojongpicung yang sudah kita terima cuman seragam baju praktek saja, untuk sepatu praktek dan topinya belum kami terima," terangnya.
Ia juga mengatakan, bersama orang tua murid lainnya secara bersama- sama sudah berulang kali mempertanyakan 2 item barang yang hingga saat ini belum mereka terima.
" Pihak Guru hanya menjawab, mohon maklum saja posisi kehidupannya sekarang sedang dibawah, kondisinya sedang repot," ucap BI menirukan ucapan salah seorang Guru.
BI menambahkan, menurut dia, jika sepatunya tidak ada, uangnya harus dikembalikan.
" Simpel saja, jika sepatunya tidak ada, kembalikan duitnya, karena kalau nanti anak saya keburu lulus sepatu praktek nya juga takan terpakai,
" Padahal abdi teh belaan kumaha ngayakeun artos teh, belaan tumbat tambut hoyong tiasa babayar ka sakola teh," ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan oleh BN, orang tua murid yang anaknya menimba ilmu di SMKN 1 Bojongpicung.
" Kami sudah membayar lunas pungutan yang diminta oleh pihak SMKN 1 Bojongpicung, sebesar Rp. 400.000,- yang konon katanya uang tersebut digunakan untuk pengadaan baju seragam praktek, topi, dan sepatu praktek," katanya.
" Namun dari 3 item tersebut, hanya seragam praktek, sedangkan sepatu dan topinya belum kita terima, padahal hal ini sudah sering kita pertanyakan, baik di dalam rapat wali murid, maupun menanyakannya secara langsung," paparnya.
" Yang melakukan dugaan pungli ini di duga dilakukan oleh oknum Guru kepala jurusan," ujarnya meyakinkan.
Lebih lanjut atas peristiwa tersebut para orang tua murid meminta pertanggungjawaban dari pihak sekolah.
" Kami meminta pihak sekolah harus bertanggung jawab, karena bukan hanya angkatan anak saya saja yang mengalami seperti ini, angkatan yang sebelum anak saya juga ada yang mengeluh hal yang sama padahal sudah pada lulus keluar pak," bebernya.
Dilokasi tempat kerjanya, Hendri selaku Kepala Jurusan teknik otomotif yang baru di SMKN 1 Bojongpicung angkat suara.
" Permasalahan yang muncul ini bukan di zaman saya, saya menjabat disini baru 1,5 tahun," bantahnya singkat.
Goesta