Tahun 2024 Kutip Uang tanpa Musyawarah dengan Komite, SMKN 1 Bojongpicung Kembalikan Uang Pungutan

suaracianjur.com
April 10, 2026 | 18:40 WIB Last Updated 2026-04-10T11:46:09Z
Foto: Dok. (Goesta) Kwitansi pembayaran pungutan seragam praktek jurusan teknik otomotif di SMKN 1 Bojongpicung 

SUARA CIANJUR | BOJONGPICUNG - Pada tahun 2024 jurusan otomotif SMKN 1 Bojongpicung melakukan pungutan kepada peserta didiknya, pungutan sebesar Rp. 460.000,- tersebut diketahui untuk pengadaan 3 item barang, diantaranya: Pengadaan topi, seragam praktek, dan sepatu.

Namun pungutan yang diduga tidak melibatkan Komite Sekolah tersebut mencuat ke publik di tahun 2026, pasalnya satu item barang yang dijanjikan kepala jurusan belum juga diterima peserta didik.

Mengingat peserta didik akan segera lulus, namun item barang yang dijanjikan belum juga diterima, para orang tua murid bersepakat ingin uangnya dikembalikan, hasil penelusuran awak media diketahui pada hari Selasa, 7 April 2026 terjadi pengembalian uang.

Seperti yang di sampaikan oleh BI (Inisial -red) salah satu perwakilan orang tua murid yang namanya minta di inisialkan, setelah permasalahan tersebut menjadi sorotan publik, dan pemberitaan di media online, ia mengaku sudah menerima pengembalian uang pungutan.

" Alhamdulillah pihak sakola sudah mengembalikan uang pada hari selasa kemarin di sakola," kata BI, Rabu (8/4/2026).

Lebih lanjut BI menceritakan tentang kronologi serta peruntukan uang pungutan yang dikutip kajur teknik otomotif dan jajarannya.

" Tahun 2024 ketika anak saya duduk dikelas 10 jurusan teknik otomotif di SMKN 1 Bojongpicung, saya sudah melunasi pungutan untuk 3 item tersebut, seperti topi, seragam, dan sepatu, sebesar Rp. 460.000,- namun yang sudah diterima baru baju seragam saja," ujarnya, pada Rabu, (8/4/2026).

" Sebelumnya memang ada perubahan pada 3 item untuk seragam jurusan teknik otomotif, yang masih ditetapkan adalah baju seragam dan sepatu, sedangkan untuk pengadaan topi di tiadakan, tapi tetap tidak merubah harga awal," bebernya.

Sambung BI, karena anak saya sekarang sudah duduk di kelas 12, sebentar lagi lulus, namun sepatu praktek yang dijanjikan belum juga di terima, saya mintanya uang kembali.

" Ya minta uang kembali saja, sepatunya juga kan belum keterima," harapnya.

" Alhamdulillah berkat dorongan publik, pihak sekolah mengembalikan uang pungutan, pada hari selasa kemarin," katanya.
Foto: Dok. (Goesta) Kwitansi pembayaran pungutan seragam praktek jurusan teknik otomotif di SMKN 1 Bojongpicung 


Ditanya awak media apakah semua orang tua murid jurusan teknik otomotif sudah menerima uang pengembalian? tanya awak media.

" Kalau ngak salah yang dikumpulkan pada hari selasa itu ada 3 kelas jurusan (TO) teknik otomotif, TO3 ada 15 orang, TO2 ada 6 orang, TO1 kurang lebih ada 11 orang, sadayana atos nampi pengembalian," jawab BI menggunakan bahasa daerah, yang nampak enggan menjelaskan nominal besaran uang pengembalian.

Lebih lanjut BI menceritakan para Guru yang menyaksikan pengembalian uang pungutan jurusan teknik otomotif di SMKN 1 Bojongpicung.

" Yang ikut menyaksikan pengembalian uang pungutan, diantaranya ada Ibu LN, Ibu ES, Ibu ML, Pak SL dan Pak Winarya," bebernya.

Hal senada disampaikan BN (Inisial -red) orang tua murid yang enggan ditulis nama aslinya, ia mengaku sudah menerima uang pengembalian dari pihak sekolah.

" Iya, kemarin pada hari selasa pihak sekolah sudah melakukan pengembalian uang pungutan, yang item barangnya belum kami terima," akunya.

" Padahalmah dari tahun 2024 juga sudah dilunasin, tapi sampai sekarang 2026 hingga anak saya mau lulus, ada satu item belum juga kami terima, yaitu sepatu prakteknya, tapi alhamdulillah sekarangmah uangnya sudah di kembalikan pihak sekolah," bebernya.

Disinggung awak media berapa jumlah orang tua murid yang menerima pengembalian uang pungutan? BN menjawab seadanya.

" Jumlah pastinya ngak tahu, tapi orang tua murid yang hadir terlihat banyak," jawabnya.

Dikonfirmasi awak media salah satu Guru senior di SMKN 1 Bojongpicung, Winarya, yang namanya di sebut orang tua murid dalam pengembalian uang pungutan. Membenarkan bahwa pada Selasa, 7 April 2026 telah terjadi pengembalian uang.

" Benar, masalah pungutan yang kemarin muncul sudah dibereskan, sudah dikembalikan pada hari selasa," katanya, Jumat (10/4/2026).

" Para orang tua murid dikumpulkan di sekolah," imbuhnya.
Foto: Dok. (Goesta) SMKN 1 Bojongpicung 

Ada berapa orang tua murid, yang telah menerima pengembalian uang pungutan seragam praktek jurusan teknik otomotif? tanya awak media.

" Dari tiga kelas jurusan teknik otomotif, kalau ngak salah ada 35 orang, karena tidak semua pak," jawabnya.

Tidak hanya pengembalian uang pungutan, Winarya juga mengatakan bahwa pihak sekolah pada momen tersebut juga menyampaikan permintaan maafnya.

" Pihak sekolah sudah meminta maaf kepada para orang tua murid atas kejadian ini, sasadulah intinya sekolah dan orang tua sudah islah," ungkapnya diselingi bahasa daerah.

Terpisah, salah satu anggota Komite Sekolah SMKN 1 Bojongpicung WM (Inisial -red) yang namanya minta di inisialkan, terkait kisruh pungutan dan pengembalian, ia ikut buka suara.

" Terkait pungutan ini, pihak komite sama sekali tidak mengetahui, tidak pernah ada rapat komite dengan sekolah untuk membahas pungutan tersebut, kejadian pungutan seragam, topi, dan sepatu di jurusan tekhnik otomotif diluar sepengetahuan dan persetujuan rapat komite," bantahnya.

" Pihak komite tidak pernah diajak rapat atau musyawarah oleh pihak sekolah, terkait pungutan untuk seragam, sepatu, dan topi ini, baik sebelumnya, maupun pas kemarin selasa waktu pengembalian pungutan kepada para orang tua di sekolah, intinya permasalahan pungutan ini diluar sepengetahuan dan persetujuan komite," tandasnya.

Sebelumnya, pada Senin, 6 April 2026, pihak Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah VI Provinsi Jawa Barat melalui Tika yang membidangi urusan SMK, terkait kisruh pungutan seragam praktek jurusan teknik otomotif di SMKN 1 Bojongpicung, melalui sambungan aplikasi perpesanan WhatsApp ia mengatakan.

" Pungutan apa? Ada buktinya ngak? Nanti saya telpon KSnya," tanya Tika.

Setelah menerima bukti adanya pungutan di jurusan teknik otomotif SMKN 1 Bojongpicung melalui pesan singkatnya Tika, kembali menuliskan.

" Ia kang ku Aceuk Bade dibawa rapat ayeuna," tulisnya.

Goesta
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tahun 2024 Kutip Uang tanpa Musyawarah dengan Komite, SMKN 1 Bojongpicung Kembalikan Uang Pungutan

Trending Now

Iklan