Polemik Pengadaan Seragam Sekolah, Komite Sebut Kepsek Tawarkan Seragam, Kepala SDN Ciranjang Girang 1 Mengaku Tidak Mengetahui

suaracianjur.com
Agustus 01, 2026 | 18:40 WIB Last Updated 2026-08-01T11:44:20Z
Foto: Dok. (REDAKSI SC/AI) Gambar ilustrasi Polemik Pengadaan Seragam Sekolah, Komite Sebut Kepsek Tawarkan Seragam, Kepala SDN Ciranjang Girang 1 Mengaku Tidak Mengetahui 

SUARA CIANJUR | BOJONGPICUNG – Polemik pengadaan atribut dan seragam sekolah di SDN Ciranjang Girang 1, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, terus bergulir. Di tengah adanya Surat Edaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur tertanggal 8 Juli 2026 yang melarang satuan pendidikan, koperasi sekolah, guru, maupun komite menjual atribut dan perlengkapan seragam sekolah, muncul perbedaan keterangan antara Ketua Komite dan Kepala Sekolah terkait proses pengadaan seragam tersebut. Sabtu (1/8/2026).

Ketua Komite SDN Ciranjang Girang 1, Ade Subarna, menegaskan komite tidak pernah terlibat dalam pengadaan atribut maupun seragam sekolah. Menurutnya, sejak lama pengadaan seragam dilakukan oleh pihak sekolah.

"Jadi, pihak komite tidak pernah turut serta dalam program pengadaan atribut dan seragam sekolah di SDN Ciranjang Girang 1. Dari dulu juga yang menyediakan baju seragam dan atribut adalah pihak sekolah. Kami tidak mau terlibat di dalamnya, masalah artos mah picarioseun," ujar Ade, Kamis (30/7/2026).

Ade mengakui sempat menerima aspirasi dari sejumlah orang tua murid baru yang menginginkan anaknya memiliki seragam sekolah. Namun, ia menegaskan keinginan tersebut belum pernah ditindaklanjuti oleh komite.

Ia mengaku, setelah adanya penyampaian dari orang tua murid, Kepala Sekolah disebut menawarkan ketersediaan seragam olahraga dan batik.

" Memang pada awalnya para orang tua murid bilang ke kami ingin memiliki seragam sekolah, kemudian disusul kepsek yang menyampaikan bahwa baju olahraga dan batik di saya juga ada," katanya.

Ade kembali menegaskan bahwa Kepala Sekolah secara langsung menawarkan seragam tersebut kepadanya.

" Iya, kepala sekolah menawarkan, baju olahraga dan batik ada padanya, tinggal pesen ke saya," ujar Ade menirukan ucapan Kepala Sekolah.

Saat dikonfirmasi mengenai pernyataan Kepala Sekolah yang menyebut pengadaan seragam merupakan program guru wali kelas, Ade mempertanyakan pernyataan tersebut.

" Atuh kitu mah karunya guru-guru pak. Pak KS mengetahui, da sanes tahun ayeuna wungkul, taun kapengker ge kieu pihak sakola nu mengadakan," ucapnya.

Ia kembali menegaskan bahwa menurut pengetahuannya pengadaan seragam dilakukan oleh pihak sekolah, bukan oleh komite.

"Janten pak Kepsek sareng guru sasarengan. Malihan ti awal ge kepsek mah tos terangeun, kan anjeunna nu sasauran acuk olahraga sareng batik mah aya di abdi," tambahnya.

Ade mengatakan dirinya telah menjabat sebagai Ketua Komite selama kurang lebih tiga hingga empat tahun.

Sementara itu, Kepala SDN Ciranjang Girang 1, Usep Zainal Mutaqin, S.Pd., membantah mengetahui adanya pungutan untuk pengadaan seragam olahraga, batik, dan atribut sekolah.

" Perkawis ayana informasi pungutan ka orang tua kanggo acuk olahraga, batik, sareng atribut abdi mah teu terang-terang acan. Nembe terangna muncul angka Rp320.000 ge terus terang ti pihak media," ujarnya.

Menurut Usep, setelah menerima informasi tersebut, dirinya langsung menggelar rapat bersama guru dan orang tua murid pada Kamis (30/7/2026).

Ia mengaku telah menegur dua guru yang disebut menangani pengadaan seragam dan meminta agar uang yang telah dibayarkan orang tua segera dikembalikan.

" Saatos nampi informasi ti media bahwa pihak sekolah menjual seragam acuk olahraga sareng batik, tadi dina rapat Bu Vera sareng Bu Dewi ku abdi langsung ditegur, piwarang segera kembalikan uang seragam olahraga sareng batik yang sudah dibayar orang tua. Hari ini juga harus sudah beres," tegasnya.

Usep menegaskan dirinya tidak pernah memberikan instruksi kepada guru untuk melakukan penjualan seragam. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh pihak sekolah telah mengetahui adanya surat edaran Disdikpora yang melarang praktik tersebut.

Terpisah, seorang orang tua murid berinisial MJ membenarkan adanya rapat mendadak antara pihak sekolah dan wali murid yang membahas polemik pengadaan seragam.

Menurut MJ, dalam rapat tersebut Kepala Sekolah meminta pengelolaan pengadaan seragam diserahkan kepada panitia yang dibentuk oleh orang tua murid.

MJ juga mengaku menyaksikan salah seorang guru, Vera, menangis saat rapat berlangsung karena merasa ditempatkan sebagai pihak yang bertanggung jawab.

" Bu Vera mah ngangkeun ka orang tua ngan saukur ngajalankeun perintah Kepala Sekolah piwarang mungutan teras disetorkeun. Matak anjeunna bingung artos kedah dipulangkeun ka orang tua teh artos mana, sabab tos disetorkeun kanggo DP pesenan seragam," tutur MJ.

Keterangan senada disampaikan orang tua murid lainnya berinisial BI. Ia mengatakan sejak awal pembayaran sebesar Rp320 ribu untuk seragam olahraga, batik, dan atribut sekolah disampaikan melalui guru kepada orang tua murid baru.

Menurut BI, sebagian orang tua berharap pembelian seragam dapat dilakukan secara mandiri agar dapat disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga.

" Sebetulnya orang tua berharap pembelian baju dan atribut itu beli masing-masing yang penting seragamnya sama, jadi bisa bertahap. Soalnya kesiapan orang tua beda-beda, ada yang mampu ada yang tidak. Apalagi ada orang tua yang anaknya daftar SD bersamaan dengan kakaknya yang masuk SMK, sehingga biayanya terasa berat," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi kepada Vera, guru yang disebut dalam rapat tersebut. Namun, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Redaksi juga membuka ruang hak jawab kepada pihak-pihak lain yang namanya disebut dalam pemberitaan ini apabila ingin memberikan klarifikasi atau penjelasan lebih lanjut sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Goesta 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Polemik Pengadaan Seragam Sekolah, Komite Sebut Kepsek Tawarkan Seragam, Kepala SDN Ciranjang Girang 1 Mengaku Tidak Mengetahui

Trending Now

Iklan