| Foto: Dok. (Dang) Nampak dalam gambar, Dewi Pratiwi Guru SDN Jambudipa 2, mantan anggota Paskibraka Kabupaten Cianjur saat melatih anak didiknya baris berbaris di halaman sekolah |
SUARA CIANJUR | WARUNGKONDANG – Penggunaan gawai secara berlebihan dinilai mulai berdampak terhadap kemampuan konsentrasi peserta didik di tingkat sekolah dasar. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang dihadapi para guru di tengah perkembangan teknologi digital.
Guru SDN Jambudipa 2, Dewi Pratiwi, mengatakan kegiatan kepramukaan, termasuk latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), menjadi salah satu upaya untuk membangun kembali fokus, kedisiplinan, dan karakter peserta didik.
Hal itu disampaikannya di sela latihan PBB sebagai persiapan menghadapi Jambore Ranting Hari Ulang Tahun Pramuka yang dijadwalkan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Lapang Jagaraksa, Kecamatan Warungkondang.
" Tantangan perkembangan zaman saat ini, di mana banyak anak mulai kehilangan konsentrasi akibat penggunaan gawai berlebihan. Melalui baris berbaris dan kegiatan kepramukaan lainnya, diharapkan kemampuan fokus dan kedisiplinan peserta didik dapat kembali terbangun dengan baik," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Menurut Dewi, jambore tersebut akan diisi berbagai perlombaan khas kepramukaan, seperti baris berbaris, tali-temali, dan sejumlah materi kepramukaan lainnya.
" Berbagai perlombaan khas kepramukaan nantinya akan dipertandingkan dalam ajang tersebut," katanya.
Dalam persiapan kegiatan, para guru membagi tugas sesuai kompetensi masing-masing. Dewi dipercaya melatih PBB karena memiliki latar belakang sebagai alumni Paskibraka.
" Mempersiapkan keikutsertaan para guru membagi tugas pelatihan sesuai dengan keahlian masing-masing. Ada bagian yang melatih teknik tali temali, ada pula yang menerapkan materi kepramukaan, sedangkan untuk saya sendiri dipercaya memimpin latihan baris berbaris, karena saya alumni paskibraka," jelasnya.
Ia menambahkan, peserta jambore berasal dari siswa kelas V dan VI yang dinilai telah memiliki kesiapan fisik maupun mental untuk mengikuti kegiatan perkemahan.
" Untuk siswa kelas 5 dan 6 dinilai sudah memiliki kesiapan fisik serta mental untuk berkemah dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan," tambahnya.
Dewi menilai latihan baris berbaris tidak hanya melatih kekompakan dan ketahanan fisik, tetapi juga membentuk disiplin serta kemampuan peserta didik dalam berkonsentrasi saat menerima instruksi.
" Kalau baris berbaris ya' itu kan melatih kekompakan, melatih fisik juga, melatih kedisiplinan terutama, ditambah lagi melatih fokus anak untuk mengikuti instruksi dari pelatih hadap kemana, balik kemana, itu kan sangat melatih konsentrasi, ya," terangnya.
Ia berharap kegiatan jambore mampu memberikan pengalaman positif bagi peserta didik, terutama dalam membangun karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama.
" Saya sangat mendukung sekali kegiatan jambore ranting ini, kenapa? karena banyak hal positif yang akan di dapatkan oleh anak. Selain kemandirian, dan karakter-karakter lainnya yang positif seperti kedisiplinan, kekompakan, itu akan di dapat dari kegiatan ini," harapnya.
Dang