| Foto: Dok. (Goesta SC) Kantor Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur |
SUARA CIANJUR | BOJONGPICUNG – Sebuah video berdurasi 120 detik yang diunggah akun Facebook @Arman Prabu pada Jumat, 11 September 2026, merekam proses pengantaran sejumlah korban kecelakaan lalu lintas ke Puskesmas Bojongpicung.
Dalam video tersebut, pengunggah menyampaikan keberatan terhadap pelayanan yang diterimanya. Unggahan itu kemudian mendapat beragam tanggapan warganet.
Untuk menjaga keberimbangan informasi, Suara Cianjur melakukan konfirmasi kepada kedua belah pihak pada Selasa, 15 September 2026.
Versi Puskesmas Bojongpicung
Kepala Puskesmas Bojongpicung, Hendra, menjelaskan peristiwa terjadi pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB.
" Peristiwa terjadi pada hari Jum'at sekitar pukul 11 san lebih menjelang Jumatan." Ungkap Hendra.
Ia membantah anggapan adanya kelalaian pelayanan. Menurutnya, penanganan telah dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) dan dibuktikan dengan rekaman kamera pemantau (CCTV) milik puskesmas.
" Mohon izin coba dilihat bukti rekaman CCTV Puskesmas di video ini pasien datang sekitar pukul 11:26 WIB, dan di pukul 11:27 WIB petugas kami sudah melayani dengan melakukan tindakan penanganan terhadap pasien sebagaimana gambar video direkaman ini, 1 menit loh dari kedatangan pasien langsung ditangani, lalainya dimana?," ungkapnya.
" Pada prinsipnya kami terbuka dan berterimakasih kepihak manapun yang memberikan kritik, saran, atau masukan apabila ada kekurangan dalam pelayanan, kami juga mengakui tidak ada yang sempurna jadi kami terbuka silahkan kalau ada saran untuk perbaikan disampaikan," katanya.
Penjelasan serupa disampaikan dokter jaga saat itu, dr. Rukun.
" Ya pak kami saat itu segera langsung menangani dari saat pasien datang, itukan jarak waktunya 1 menit, itupun dikarenakan kami kaget shok terlebih dahulu kedatangan orang tiba-tiba dengan nada emosi meminta kami untuk segera menangani," jelasnya.
Ia menambahkan, situasi saat itu berlangsung emosional.
Sambung dr Rukun, tapi ya sudahlah kami maklumi dikarenakan mungkin lihat kondisi pasien ada yang berdarah kemudian luka-luka, mungkin saking niat baiknya yang bersangkutan ingin menyelamatkan korban jadi emosinya meluap-luap.
" Tapi... sudahlah, yang jelas kami sudah tangani seluruh pasien yang datang saat itu sampai selesai, satu orang ada yang langsung bisa pulang, sebagian ada yang dirujuk ke RS dan ada pula yang di rujuk ke ahli tulang sehubungan ada yang patah tulang," bebernya.
" Kalau lah saya diatas 5 menit, setengah jam atau lebih dari itu tidak melayani dikatakan lalai dalam pelayanan oke lah saya terima, tapi ini 1 menit loh dari kedatangan pasien dan 1 menit itupun dikarenakan saya kaget shok terlebih dahulu melihat dulu orang datang emosi meluap-luap jadi situasinya seperti itu seperti di video, pada saat itu tentunya saya tidak terima, saat itukan diruangan saya sedang menyelesaikan tugas administrasi puskesmas serta hendak siap-siap Jumatan tiba-tiba ada pasien datang, ya saya pun langsung keluar ruangan bermaksud menangani pasien, gitu pak," paparnya.
Versi Pengantar Korban
Sementara itu, pemilik akun @Arman Prabu, Agus Prabu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan kronologi dari sudut pandangnya.
" Saat itu hari Jum'at 11 September 2026 saya bersama anak dan teman-temannya hendak menuju Bandung, dijalan sekitar Bojongpicung mobil saya tiba-tiba dicegat oleh warga meminta saya untuk menolong mengantarkan korban tabrakan kecelakaan lalulintas, ya saya pun dengan segera membantu mengantarkan ke Puskesmas Bojongpicung, sesampainya di Puskesmas dihadapan sudah ada mobil angkot hijau yang juga sama membawa korban kecelekaan 2 orang, pas saya turun, dari supir angkot tersebut saya menerima informasi bahwa petugas puskesmas teu araya disitu, saya reflek mengambil kamera karena situasinya saya pandang darurat, kasihan saat itu melihat korban banyak namun belum mendapat penanganan makanya saya berusaha langsung masuk sambil mengambil gambar dan ternyata pas saya masuk ruangan Puskesmas nampak pada tidak ada petugas, kemudian setelah saya berteriak sebagaimana yang terlihat di video baru tuh petugas pada keluar dari ruangan melakukan tindakan pelayanan," beber Agus Prabu.
Ia juga menyampaikan upaya konfirmasi yang dilakukan setelah kejadian.
" Saya berupaya untuk konfirmasi, setelah selesai kejadian di Puskesmas tersebut, saya mencoba meminta nomor hp Kapus Bojongpicung kepada salah satu Bidan Bojongpicung katanya nanti pak saya harus minta izin dulu katanya, namun saya tunggu-tunggu lama juga tidak mengirim nomor kontaknya, keesokan harinya baru lah bu Bidan mengirimkan nomor Kapus Bojongpicung," terang Agus.
Menjawab pertanyaan awak media terkait durasi menunggu, ia menjelaskan:
" Ya datang pertama sekitar jam 11 san lebih lah, saat itu kan hari Jum'at, bahkan setelah selesai melaksanakan shalat Jum'atan di Masjid yang tidak jauh di sebrang Puskesmas saya masih menunggu nomor Kapus, ditunggu tak ada jawaban yang pasti dari petugas, maka saya kembali melanjutkan perjalanan," paparnya.
Hingga berita ini diturunkan, kedua pihak telah menyampaikan klarifikasi masing-masing. Puskesmas Bojongpicung menyatakan pelayanan telah diberikan satu menit setelah kedatangan pasien berdasarkan rekaman CCTV, sementara pihak pengantar korban menyatakan penilaian keterlambatan didasarkan pada situasi yang ia saksikan saat tiba di lokasi.
Reporter: Goesta