Selamat Jalan, Guru Jurnalistikku, Innalillahi wa inna ilaihi raji’un

suaracianjur.com
Agustus 30, 2026 | 01:26 WIB Last Updated 2026-08-29T18:30:20Z
Foto: (AI/SC) Selamat jalan Pimred Dejurnal.com

SUARA CIANJUR | CIANJUR - Hari ini, dunia jurnalistik kembali kehilangan salah satu sosok yang begitu berarti. (Alm.) Rahman Esa, Pimpinan Redaksi Dejurnal.com, telah berpulang ke Rahmatullah.

Bagi banyak orang, beliau mungkin dikenal sebagai seorang pimpinan redaksi. Namun, bagi kami yang pernah belajar dan ditempa oleh beliau, Rahman Esa adalah seorang guru, mentor, sekaligus sosok yang ikut membentuk jalan kami menjadi seorang jurnalis.

Beliau mengajarkan bahwa menjadi jurnalis bukan sekadar pandai menulis berita. Ada integritas yang harus dijaga, keberanian untuk menyampaikan kebenaran, ketelitian dalam mencari fakta, dan tanggung jawab terhadap setiap kata yang ditulis.

Banyak jurnalis lahir dari ruang redaksi, tetapi tidak semuanya berkesempatan memiliki mentor yang benar-benar mau membimbing, mengoreksi, bahkan menegur ketika kami keliru. Beliau adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk mendidik, bukan sekadar memerintah.

Kini, suara, nasihat, teguran, dan arahan beliau mungkin tidak lagi kami dengar secara langsung. Namun, apa yang telah beliau tanamkan akan terus hidup dalam setiap karya dan langkah para jurnalis yang pernah belajar kepadanya.

" Selamat jalan, Pak Rahman".

Terima kasih telah menjadi guru yang tidak hanya mengajarkan bagaimana menulis berita, tetapi juga bagaimana menjaga kehormatan profesi.

Jika kelak kami mampu menjadi jurnalis yang profesional, berintegritas, dan berani berdiri di atas kebenaran, maka sebagian dari perjalanan itu adalah karena ilmu dan keteladanan yang pernah Bapak wariskan.

Semoga segala amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala dosa dan kekhilafannya diampuni, dilapangkan kuburnya, ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan.

" Selamat jalan, Guru.
Ilmumu akan tetap hidup dalam setiap jurnalis yang pernah kau didik"

Mungkin hari ini pena Bapak telah berhenti menulis, suara Bapak telah berhenti memberi arahan, dan langkah Bapak telah berhenti menyusuri jalan panjang jurnalistik.

Namun, pelajaran yang Bapak tinggalkan tidak akan pernah berhenti.

Ia akan terus hidup dalam berita yang ditulis dengan kejujuran, dalam keberanian seorang jurnalis mengungkap fakta, dalam keteguhan menjaga independensi, dan dalam setiap generasi jurnalis yang pernah Bapak bimbing.

Bapak mungkin telah pergi, tetapi jejak seorang guru tidak pernah benar-benar hilang. Ia tinggal di dalam diri murid-muridnya.

Jika suatu hari kami mampu berdiri sebagai jurnalis yang profesional dan berintegritas, nama Bapak akan selalu menjadi bagian dari perjalanan itu.

" Terima kasih telah menyalakan cahaya di jalan kami".

Kini, biarkan kami melanjutkan perjalanan itu dengan membawa ilmu dan nilai-nilai yang Bapak wariskan.

" Selamat jalan, Guru.
Istirahatlah dengan tenang.
Pena kami akan melanjutkan perjuangan yang pernah Bapak ajarkan".

Al-Fatihah.

Heri Arkam Pemred Suara Cianjur
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Selamat Jalan, Guru Jurnalistikku, Innalillahi wa inna ilaihi raji’un

Trending Now

Iklan