| Foto: Dok. (Indra SC) Aliran Sungai Cisarua di Kecamatan Sukaresmi dipenuhi tumpukan sampah di beberapa titik jembatan. Sampah diangkat pada Jumat, 28 Agustus 2026 |
SUARA CIANJUR | CIPANAS RAYA — Aliran Sungai Cisarua di Kecamatan Sukaresmi dipenuhi tumpukan sampah di beberapa titik jembatan. Sampah diangkat pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Pembersihan melibatkan Desa Cibadak, Kawungluwuk, Cibodas, Kecamatan Sukaresmi, Koramil 0608-04/Cipanas, dan DLH Kabupaten Cianjur. Sasaran: badan sungai dan kolong jembatan yang dilaporkan warga sebagai lokasi buang sampah.
Kepala DLH Kabupaten Cianjur Amad Mutawali menyebut buangan ke sungai berisiko terbawa arus ke hilir.
" Kalau ada informasi, kita langsung bergerak cepat. Namun, kunci utamanya tetap pada karakter dan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai dan jembatan," ujar Amad di lokasi kegiatan.
Ia meminta pemilahan dari rumah antara organik dan anorganik.
"Jika ada yang membuang sampah sembarangan, laporkan, tegur, dan berikan peringatan," kata Amad.
Pjs Kepala Desa Cibadak Ridwan Gusmawandi menyiapkan pengamanan di jembatan dan pengadaan angkutan sampah.
" Ke depan, melalui dana desa, kami mengupayakan sistem pengamanan di jembatan-jembatan yang melintas di atas sungai untuk mencegah warga membuang sampah sembarangan," ujar Ridwan.
Ia menyebut dana RT Rp25 juta per dusun akan diarahkan untuk mendukung kendaraan pengangkut. Warga diminta menyiapkan titik kumpul sampah agar ritase ke DLH bisa diatur. Sosialisasi akan lewat RT, RW, LPM, Karang Taruna, dan majelis taklim.
Camat Sukaresmi Azis Muslim menyatakan armada pemerintah terbatas dan pengelolaan harus dari lingkungan.
| Foto: Do. (Indra SC) Pembersihan melibatkan Desa Cibadak, Kawungluwuk, Cibodas, Kecamatan Sukaresmi, Koramil 0608-04/Cipanas, dan DLH Kabupaten Cianjur. Sasaran: badan sungai dan kolong jembatan yang dilaporkan warga sebagai lokasi buang sampah |
" Masalah sampah adalah tanggung jawab bersama. Kami mengarahkan setiap RT dan RW untuk mampu mengolah sampah secara mandiri dari rumah tangga," ujar Azis.
Untuk residu yang tidak terolah, warga diminta iuran swadaya dan mengatur jadwal angkut dengan DLH atau pihak swasta, mengingat Sukaresmi belum memiliki tempat pembuangan akhir dan layanan angkut reguler.
Indra