| Foto : Dok. (Hadi SC) Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan keputusan mengenai metode pembelajaran diserahkan kepada sekolah dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah |
SUARA CIANJUR | CIANJUR — Sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Pemerintah Kabupaten Cianjur memberikan kewenangan kepada sekolah di wilayah terdampak untuk menerapkan pembelajaran dalam jaringan (daring) atau pembelajaran jarak jauh. Senin (7/9/2026).
Kebijakan tersebut ditujukan terutama bagi sekolah yang berada di wilayah dengan sebaran abu vulkanik cukup tinggi. Sekolah diminta mempertimbangkan kondisi lingkungan dan tingkat paparan abu sebelum menentukan pola pembelajaran.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan keputusan mengenai metode pembelajaran diserahkan kepada sekolah dengan mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah.
" Kami sudah berkoordinasi kepada jajaran Dinas Pendidikan di Kabupaten Cianjur dan kepada para kepala sekolah, khususnya yang berada di wilayah dengan intensitas abu vulkanik tinggi. Saya memberikan ruang untuk mengambil keputusan untuk pembelajaran online atau daring atau jarak jauh dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan," ujar Bupati.
Dengan kebijakan tersebut, sekolah di wilayah terdampak tidak harus menerapkan pola pembelajaran yang sama. Penentuan pembelajaran tatap muka maupun daring disesuaikan dengan kondisi abu vulkanik di lingkungan sekolah dan pertimbangan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan pihak sekolah selanjutnya perlu memantau perkembangan sebaran abu vulkanik untuk menentukan keberlanjutan metode pembelajaran yang diterapkan.
Hdi