Bukit Kasur Gundul, Jelang Hujan Warga Gadog Waswas Tertimbun

suaracianjur.com
September 21, 2026 | 19:21 WIB Last Updated 2026-09-21T12:26:38Z
Foto: Dok. (Indra SC) Kepala Desa Gadog, Miftahudin, membenarkan kegelisahan warga terkait kondisi lereng Bukit Kasur yang kian terbuka di Kampung Cipetak. Menurutnya, kekhawatiran itu beralasan mengingat permukiman berada tepat di bawah bukit

SUARA CIANJUR | CIPANAS RAYA — Kepala Desa Gadog, Miftahudin, membenarkan kegelisahan warga terkait kondisi lereng Bukit Kasur yang kian terbuka di Kampung Cipetak. Menurutnya, kekhawatiran itu beralasan mengingat permukiman berada tepat di bawah bukit.

"Harapannya diperbanyak lagi di lereng. Harus dikombinasikan antara tanaman produksi dengan tanaman keras agar perkebunan tetap berjalan, tetapi warga juga tetap terlindungi," kata Miftahudin, Senin, 21 September 2026.

Miftahudin menjelaskan, secara administratif Bukit Kasur memang masuk wilayah Desa Gadog. Namun secara kepemilikan, lahan tersebut merupakan milik swasta yang tengah dipersiapkan menjadi kebun alpukat dan saat ini masih dalam proses penataan lahan.

Ia menyebut pengelola sudah melakukan penanaman pinus sebagai tanaman keras di area punggung bukit. 

"Sayangnya, upaya penghijauan itu belum menyentuh bagian paling krusial, yakni lereng curam yang menghadap langsung ke permukiman," terangnya.

Kondisi itulah yang memicu kecemasan warga menjelang masuknya musim hujan. Warga menilai bukit yang gundul tanpa penahan di lereng sangat berisiko memicu longsor saat diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama.

Opan (75), warga Kampung Cipetak, mengaku tidak tenang setiap hujan deras mengguyur. Jarak rumah warga yang terlalu dekat dengan kaki bukit menjadi alasan utama.

"Kami khawatir kalau hujan deras terus-menerus. Permukiman jaraknya dekat dengan bukit," ujarnya.

Kecemasan serupa dirasakan MM (54), petani yang sehari-hari beraktivitas di kaki Bukit Kasur. Ia mengatakan hujan yang turun pada malam hari paling dikhawatirkan karena pergerakan tanah tidak bisa terpantau warga.

"Kalau hujan malam, warga tentu khawatir terjadi longsor," kata MM.

Warga pun mendesak instansi terkait untuk turun melakukan pemeriksaan lapangan. Kajian teknis mengenai tutupan vegetasi, stabilitas lereng, hingga tata kelola lahan dinilai mendesak sebagai langkah mitigasi sebelum puncak musim hujan tiba. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari instansi berwenang yang menetapkan status kerawanan longsor di Bukit Kasur tersebut.

Reporter: Indra
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukit Kasur Gundul, Jelang Hujan Warga Gadog Waswas Tertimbun

Trending Now

Iklan