| Foto: Dok. (Pertamina- Gambar istimewa) Perempuan Jadi Poros Ekonomi dan Sosial di Program CSR Pertamina |
SUARA CIANJUR | MAKASSAR - Tiga program CSR PT Pertamina Patra Niaga menempatkan perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan pelestarian lingkungan di tiga wilayah. Program tersebut adalah PUANMAKARI di Integrated Terminal (IT) Makassar, Posyandu Aster di IT Pontianak, dan Mina Tenun di Avtur Fuel Terminal (AFT) BIL, Lombok Tengah.
Di Makassar, PUANMAKARI (Perempuan Mandiri Anak Percaya Diri) berfungsi sebagai pusat pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak. Kegiatannya meliputi kelas pengasuhan, pendidikan anak, kelompok belajar perempuan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan hukum. Program ini menjangkau 57 anak, 18 perempuan, 14 warga fakir miskin, dan 11 lanjut usia. Pemberdayaan ekonomi dijalankan melalui usaha pengolahan hasil laut bernama Dapur Perlawanan.
Di Pontianak, Posyandu Aster dikembangkan melampaui layanan kesehatan menjadi ruang pemberdayaan melalui edukasi, pengelolaan lingkungan, dan kewirausahaan sosial. Melalui CV Aster Kulina Prima, warga, terutama perempuan, memperoleh penghasilan dengan omzet Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per bulan. Dana tersebut menopang operasional posyandu dan membuka peluang usaha warga.
Ketua Posyandu Aster, Nurul Azizah Novihayati, mengatakan perempuan membutuhkan ruang untuk berkembang dan mengambil peran di lingkungannya.
“Perempuan tidak hanya perlu dijaga kesehatannya, tetapi juga perlu diberi ruang untuk tumbuh, belajar, mengambil keputusan, dan berdaya. Karena perempuan yang berdaya akan menjadi penggerak bagi keluarganya dan lingkungannya,” ujar Nurul, Sabtu (26/9/2026).
Di Lombok Tengah, program Mina Tenun memadukan pemberdayaan perempuan penenun dengan pelestarian budaya dan pemanfaatan energi bersih. Berjalan sejak 2022, program ini pada 2026 mengembangkan modifikasi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menjadi sumber energi untuk menggerakkan pompa dan penyediaan air bersih bagi warga.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan menciptakan masyarakat yang mandiri dan tangguh.
“ Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak keluarga dan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu diwujudkan dengan membuka ruang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mengambil keputusan, dan membangun kemandirian ekonomi,” ujar Kitty.
Menurut Kitty, ketiga program tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dikembangkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
“Kami ingin program CSR Pertamina Patra Niaga tidak berhenti pada bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan yang membuat masyarakat menjadi pelaku utama. Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mandiri, manfaatnya akan dirasakan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya,” pungkasnya.
Arkam