| Foto: Dok. (Goesta/Dang) Kepala SMP Plus Assuyuthiyyah, Daarina Noor El Nadhrati, S.Pd., saat menyerahkan dana bantuan PIP 2022 kepada orang tua penerima manfaat, di kediaman Dadang Sadili orang tua penerima manfaat PIP |
SUARA CIANJUR | WARUNGKONDANG – Kepala SMP Plus Assuyuthiyyah, Daarina Noor El Nadhrati, S.Pd., mendatangi kediaman SP (inisial), mantan peserta didiknya, di Kecamatan Warungkondang, Selasa (28/7/2026). Kedatangan tersebut bertujuan menyerahkan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Anggaran 2022 kepada orang tua penerima manfaat.
" Dana bantuan PIP hari ini sudah kami kembalikan. Uangnya kami serahkan kepada Pak Dadang selaku orang tua SP," ujar Daarina.
Pada kesempatan itu, Daarina juga menjelaskan alasan dana PIP yang dicairkan pada 2022 baru diserahkan kepada penerima manfaat pada 2026.
Menurutnya, dana tersebut sebelumnya digunakan untuk membayar tunggakan sekolah. Namun, setelah pihak sekolah memahami ketentuan mengenai pemanfaatan dana PIP sebagaimana diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal (Persesjen), dana tersebut diputuskan untuk dikembalikan kepada penerima manfaat.
" Ya, tadinya begitu, dibayarkan untuk tunggakan sekolah. Ini juga ada buktinya. Namun, kejadian tersebut bukan di zaman saya. Saya menjadi kepala sekolah di Assuyuthiyyah pada tahun 2025," ungkapnya.
Daarina juga menyampaikan bahwa pencairan dana PIP pada 2022 dilakukan secara kolektif pada masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya.
" Setelah dicek, memang benar dana PIP tahun 2022 dicairkan secara kolektif pada masa kepala sekolah sebelumnya," katanya kepada awak media.
Selain itu, ia memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sebelumnya dipahami sebagai penolakan bahwa SP menerima bantuan PIP. Saat itu, Daarina masih berstatus guru sekaligus wali kelas SP.
" Maksud jawaban saya saat itu adalah SP tidak menerima bantuan PIP tahun 2023. Pada tahun 2022 saya bukan wali kelas SP, melainkan baru menjadi wali kelasnya pada tahun 2023. Jadi yang saya maksud adalah PIP tahun 2023 dan 2024, SP memang tidak mendapatkan bantuan," jelasnya.
Sementara itu, orang tua SP, Dadang Sadili, mengaku bersyukur karena dana bantuan PIP anaknya akhirnya diterima setelah melalui proses yang cukup panjang.
" Alhamdulillah, hari ini Bu Daarina datang ke rumah kami dengan tujuan mengembalikan dana bantuan PIP anak saya tahun 2022," ujarnya.
Dadang mengungkapkan, perjuangan untuk memperoleh hak anaknya tidak mudah. Ia mengaku harus beberapa kali mendatangi bank untuk mencari kejelasan mengenai pencairan dana tersebut.
" Tak mudah memang memperjuangkan hak itu. Perjalanannya panjang, selain harus bolak-balik ke bank. Namun Alhamdulillah, uang PIP anak saya sebesar Rp750.000 sudah dikembalikan, bahkan diantarkan langsung oleh kepala sekolah," tuturnya.
Goesta/Dang