Misteri Dana PIP Siswa SMP Plus Assuyuthiyyah, Rekening Sudah Ditutup, Siapa yang Mencairkan?

suaracianjur.com
Juli 25, 2026 | 17:39 WIB Last Updated 2026-07-25T10:42:41Z
Foto: Dok. (Goesta/Dang) Gambar ilustrasi Misteri Dana PIP Siswa SMP Plus Assuyuthiyyah, Rekening Sudah Ditutup, Siapa yang Mencairkan?

SUARA CIANJUR | WARUNGKONDANG – Misteri penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) atas nama salah seorang siswa SMP Plus Assuyuthiyyah mulai mengemuka. Orang tua siswa mengaku tidak pernah menerima informasi maupun mencairkan bantuan tersebut. Namun, saat dilakukan penelusuran ke bank penyalur, rekening PIP atas nama anaknya diketahui telah ditutup dengan saldo nol rupiah.

Temuan itu merupakan tindak lanjut pemberitaan SUARA CIANJUR edisi Kamis (23/7/2026), yang mengungkap pertanyaan orang tua siswa setelah mengetahui nama anaknya tercantum sebagai penerima manfaat PIP melalui aplikasi SIPINTAR, meski selama bersekolah di SMP Plus Assuyuthiyyah tidak pernah menerima pemberitahuan terkait bantuan tersebut.

Saat dikonfirmasi sebelumnya, Kepala SMP Plus Assuyuthiyyah menyarankan agar orang tua penerima manfaat mengecek langsung ke bank penyalur.

Menindaklanjuti saran tersebut, pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, orang tua siswa, Dadang Sadili, bersama penerima manfaat berinisial SP mendatangi Kantor KCP BRI Warungkondang.

Setelah menunggu antrean, Dadang memperoleh penjelasan dari petugas layanan pelanggan (CSO) bahwa rekening Simpanan Pelajar (SimPel) yang digunakan untuk penyaluran PIP atas nama SP telah ditutup dan tidak lagi memiliki saldo.

" Saya kaget mendengarnya. Jauh-jauh datang ke bank atas arahan kepala sekolah, menunggu antrean berjam-jam, ternyata hanya diberi tahu rekening anak saya sudah ditutup dan saldonya nol. Padahal saya dan anak saya tidak pernah mencairkan dana itu," ujar Dadang Jumat (24/7/2026).

Dadang menegaskan, selama anaknya bersekolah tidak pernah ada pemberitahuan mengenai pencairan PIP. Ia baru mengetahui status penerima manfaat setelah melakukan pengecekan secara mandiri melalui aplikasi SIPINTAR.

"Jangankan mencairkan, pemberitahuan dari sekolah saja tidak pernah ada. Saya tahu anak saya penerima PIP setelah mengecek sendiri di aplikasi SIPINTAR," katanya.

Ia juga mengungkapkan pengalaman anaknya saat masih duduk di bangku SMP. Menurut Dadang, ketika itu SP sempat menanyakan kepada wali kelasnya, yang disebut merupakan Daarina Noor El Nadhrati—kini menjabat Kepala SMP Plus Assuyuthiyyah—apakah dirinya memperoleh bantuan PIP.

Menurut pengakuan Dadang, anaknya mendapat jawaban bahwa dirinya tidak menerima bantuan tersebut.

Usai pemberitaan pertama terbit, Dadang mengaku dihubungi Kepala SMP Plus Assuyuthiyyah melalui aplikasi WhatsApp dan diminta datang ke sekolah pada hari Senin.

" Beliau menghubungi saya dan meminta kerja sama, hari Senin diminta datang ke kantor. Saya belum tahu maksud pertemuan itu seperti apa," ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah melalui WhatsApp, Kepala SMP Plus Assuyuthiyyah, Daarina Noor El Nadhrati, S.Pd., menyatakan tidak mengetahui persoalan tersebut karena dirinya baru menjabat sebagai kepala sekolah sejak April 2025.

" Kirang uninga, abdi tugas KS nembé ti April 2025," tulisnya.

Namun ketika dikonfirmasi mengenai pengakuan orang tua bahwa dirinya pernah menjadi wali kelas SP pada 2022, Daarina tidak memberikan jawaban atas substansi pertanyaan dan hanya menyampaikan bahwa orang tua siswa yang sebelumnya diminta datang ke sekolah tidak hadir.

Sementara itu, CSO KCP BRI Warungkondang, Arif, membenarkan bahwa rekening SimPel PIP atas nama SP telah berstatus ditutup.

" Kalau rekeningnya sudah tutup berarti otomatis saldonya kosong," jelas Arif.

Arif menerangkan, berdasarkan hasil pengecekan data periode 2022 hingga 2024, rekening tersebut memang telah ditutup. Namun, untuk mengetahui riwayat transaksi secara lengkap, nasabah harus mengajukan surat permohonan sesuai prosedur administrasi perbankan.

" Atas nama SP dari tahun 2022 sampai 2024 sudah kami cek. Posisi rekening sudah tutup. Kalau ingin melihat riwayat transaksi atau mutasi rekening, harus mengajukan surat permohonan terlebih dahulu," katanya.

Ia memastikan dokumen riwayat transaksi dapat disiapkan setelah persyaratan administrasi dipenuhi.

" Seluruh dokumen riwayat transaksi akan kami siapkan dan dicetak secara lengkap setelah persyaratan administrasi terpenuhi," tambahnya.

Saat ditanya apakah status rekening yang telah ditutup dengan saldo nol rupiah mengindikasikan dana PIP pernah dicairkan, Arif tidak memberikan kesimpulan, namun memastikan dana sudah tidak berada di rekening tersebut.

" Yang pasti uangnya sudah tidak ada karena rekeningnya sudah tutup," ujarnya.

Menurut Arif, informasi mengenai aliran dana maupun riwayat transaksi akan disampaikan kepada nasabah setelah proses permohonan resmi diajukan.

Dengan demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum dapat dipastikan siapa yang melakukan pencairan dana PIP atas nama SP. Kepastian mengenai waktu pencairan, pihak yang melakukan transaksi, serta tujuan dana masih menunggu dokumen riwayat transaksi resmi dari pihak bank.

SUARA CIANJUR akan terus menelusuri perkara ini dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan penyaluran dana PIP tersebut apabila terdapat keterangan tambahan atau keberatan atas pemberitaan ini.

Goesta/Dang 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Misteri Dana PIP Siswa SMP Plus Assuyuthiyyah, Rekening Sudah Ditutup, Siapa yang Mencairkan?

Trending Now

Iklan