| Foto: Dok. (Indra SC) Pembakaran jerami di sekitar kandang berujung kebakaran di Kampung Martibabakan, RT 01/RW 03, Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Senin (24/8/2026). Lima ekor domba mati setelah api menjalar ke kandang |
SUARA CIANJUR | KARANGTENGAH — Pembakaran jerami di sekitar kandang berujung kebakaran di Kampung Martibabakan, RT 01/RW 03, Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Senin (24/8/2026). Lima ekor domba mati setelah api menjalar ke kandang.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Api yang diduga berasal dari jerami yang dibakar di sekitar kandang dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya, termasuk sebagian atap dapur rumah warga.
Sekretaris Desa Sukamulya, Andriyansyah, mengatakan pembakaran jerami diduga dilakukan untuk mengurangi lalat di sekitar kandang. Pemilik kandang, Burhan (66), disebut meninggalkan lokasi setelah membakar jerami.
“ Dugaan awalnya dari membakar jerami atau rumput di sekitar kandang. Kemungkinan untuk mengusir lalat,” kata Andriyansyah.
Saat api mulai membesar, perangkat desa yang berada tidak jauh dari lokasi segera mendatangi titik kebakaran. Upaya awal dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi kobaran api sudah terlalu besar untuk dikendalikan.
Warga kemudian berupaya memadamkan api secara bersama-sama sembari meminta bantuan pemadam kebakaran. Dua unit kendaraan Damkar Pemerintah Kabupaten Cianjur dan satu kendaraan dari Kodim dikerahkan.
Petugas tiba sekitar pukul 10.50 WIB. Pemadaman dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala. Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut berada di lokasi membantu penanganan.
“ Alhamdulillah warga kompak. Kami langsung ke lokasi dan menghubungi Damkar,” ujar Andriyansyah.
Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka pada warga. Namun, lima domba yang berada di dalam kandang mati dan tidak sempat dievakuasi.
Api juga merusak sebagian atap dapur rumah warga. Total kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp100 juta, mencakup kandang, lima ekor domba, dan bagian rumah yang terdampak.
Kapolsek Karangtengah AKP Yudi Heryanadi membenarkan peristiwa tersebut. Polisi masih mendasarkan penyebab kebakaran pada laporan awal yang menyebut api berasal dari pembakaran jerami.
“ Kebakaran kandang domba di Kampung Martibabakan, Desa Sukamulya, diduga akibat membakar jerami sehingga api meluas. Kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta,” kata Yudi.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat risiko pembakaran jerami, rumput kering, maupun sampah di sekitar bangunan. Polisi meminta warga tidak meninggalkan aktivitas pembakaran sebelum api benar-benar padam dan memastikan tersedia air atau alat pemadam sederhana di sekitar lokasi.
Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, petugas memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Indra