Hotspot Karhutla Kalbar Turun Jadi 28 Titik, Menhut Ingatkan Asap Belum Hilang

suaracianjur.com
Agustus 24, 2026 | 18:41 WIB Last Updated 2026-08-24T11:46:12Z
Foto: Dok. (Azmi) Menteri Kehutanan Raja Antoni menyampaikan kondisi tersebut saat meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026)


SUARA CIANJUR | KALBAR — Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat turun menjadi 28 titik. Namun, penurunan tersebut belum serta-merta menghilangkan ancaman asap, terutama di wilayah yang didominasi lahan gambut.

Menteri Kehutanan Raja Antoni menyampaikan kondisi tersebut saat meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026).

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) per pukul 23.59 WIB, Minggu (23/8), sebanyak 28 hotspot masih terpantau di Kalbar. Sebanyak 16 titik berada di Ketapang, 11 titik di Melawi, dan satu titik di Kubu Raya.

“ Kalbar sendiri ya, Kalbar 28 hotspot. Yang terbanyak itu di Ketapang 16, kemudian di Melawi 11, dan 1 ada di Kubu Raya,” kata Menhut Raja Antoni.

Meski jumlah hotspot menurun, Raja Antoni mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak dapat dijadikan indikator bahwa ancaman asap telah berakhir. Saat pengecekan di lapangan, tidak lagi terlihat api di permukaan, tetapi asap masih muncul.

Menurut dia, kondisi itu berkaitan dengan karakteristik lahan gambut yang menyebabkan proses pembakaran berlangsung tidak sempurna dan menghasilkan asap lebih banyak dibandingkan kebakaran di tanah mineral.

“ Tidak adanya hotspot tidak berarti aman dari asap. Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral,” ujarnya.

Penanganan karhutla, kata Raja Antoni, juga tidak hanya bergantung pada operasi pemadaman di darat. Penurunan hotspot turut dipengaruhi keterlibatan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, serta masyarakat dan relawan.

Di tingkat nasional, sebaran hotspot juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya konsentrasi titik panas lebih banyak berada di wilayah Kalimantan, data per Minggu (23/8) malam menunjukkan jumlah tertinggi justru berada di Sumatera.

Sumatera Selatan tercatat memiliki 127 hotspot, disusul Riau sebanyak 54 titik dan Jambi 47 titik.

“ Data lapangan sangat dinamis secara nasional, karena memang ini sangat sulit diprediksi,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, Raja Antoni didampingi Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, BMKG, jajaran TNI dan Polri, BNPB, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta Masyarakat Peduli Api.

Red
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hotspot Karhutla Kalbar Turun Jadi 28 Titik, Menhut Ingatkan Asap Belum Hilang

Trending Now

Iklan