SUARA CIANJUR | LELES - Koordinator Pendidikan (Koordik) Kecamatan Leles, mengklaim bahwa permasalahan dugaan penyelewengan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN Puncakmanik sudah selesai, di ketahui dari keterangan Kepala SDN Puncakmanik yang baru bahwa yang bersangkutan (Dadar-red) merupakan kepala SDN sebelum dirinya.
" Alhamdulilah..
Parantos rengse pangersa Abdi srg kg Marpu," Tulis Koordik Leles, Rabu (23/06/2026).
Ia juga dalam tulisannya menjelaskan bahwa permasalahan yang muncul segala sesuatunya sudah dibereskan.
" Sagala rupiina parantos rengse," terangnya meyakinkan awak media.
Diketahui permasalahan PIP di SDN Puncakmanik muncul setelah orang tua penerima manfaat PIP mengecek secara mandiri, data penerima manfaat PIP melalui aplikasi sipintar, aplikasi yang disiapkan Kemendikbud untuk diakses publik, agar masyarakat bisa mengecek sendiri. Informasi lengkap klik berita sebelumnya: https://www.suaracianjur.com/2026/06/dugaan-penggelapan-dana-bantuan-pip-di.html, dan https://www.suaracianjur.com/2026/06/orang-tua-murid-di-sdn-puncakmanik.html.
Disisi lain, Marpu selaku orang tua penerima manfaat mengaku bahwa permasalahan yang menimpa buah hatinya secara resmi belum menandatangani.
" Masalah PIP anak saya, terus terang secara resmi saya belum menandatangani dengan pihak sekolah bahwa masalah ini selesai," katanya pada Minggu (21/6/2026).
" Bahkan istri saya masih bersikukuh ingin permasalahan ini dilaporkan ke Polres Cianjur, istri saya masih tidak terima atas perlakuan dari pihak SDN Puncakmanik yang telah menuduh istri dan anaknya telah menerima bantuan PIP yang dipertanyakan, padahal sama sekali belum pernah atau tidak merasa menerima hak bantuan PIP tersebut," ungkapnya.
Sebelumnya, Ratnawati selaku Kepala SDN Puncakmanik, terkejut setelah mendengarkan pengakuan dari orang tua penerima manfaat.
" Terkait penyaluran PIP di SDN Puncakmanik mohon maaf, saya kaget mendengarnya, karena pada tahun 2020- 2021 status saya masih Guru SD di SDN Sukamahi," ujarnya. Kamis (18/6/2026).
" Jadi, mohon maaf saya tidak tahu menahu terkait keluhan tersebut, tapi katanya sedang di selesaikan," imbuhnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pengakuan orang tua penerima manfaat tersebut peristiwanya terjadi pada saat SDN Puncakmanik di pimpin oleh Pak Dadar.
" Kebetulan lagi di zaman Pak Dadar," ungkapnya.
Goesta